Categories: BusinessTechnology

Warga AS Ramai-ramai Borong Obat Anti Radiasi Nuklir

Tablet potasium iodide yang biasa digunakan untuk mengobati dan melidungi Tyroid tiba-tiba menghilang di pasaran AS. Kalaupun ada, harganya melejit tak terkendali. Di situs Ebay misalnya, empat kotak Thyrosafe bertengger di angka $ 132.50. Demikian juga pill IOSAT 130 miligram dijual $ 89.95 per butir.

Tingginya obat jenis itu, tak terlepas dari ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin yang hendak menggunakan nuklir untuk menuntaskan invasi militernya ke Ukraina.

Obat itu, dipercaya warga AS menjadi penangkal anti radiasi nuklir bila terjadi bencana. Permintaan akan obat itu meningkat sangat tajam mulai pertengahan Februari lalu, hingga mencapai 15 juta tablet. Pembelinya pun beragam. Mulai dari perorangan, penjual obat, rumah sakit, pejabat pemerintahan dari seluruh dunia.

‘’Penjualan terbesar mulai 23 hingga 28 Februari silam, sehingga seluruh persediaan ludes terjual,’’ tutur Troy Jones, vice president penjualan dan pemasaran Anbex, salah satu penghasil obat tyroid itu. Bahkan, Jones menggelar obat potasium iodide produksi Anbex lewat situs www.nukepills.com

Padahal menurut Badan Pengawas Obat AS, CDC, pill potassium iodide tidak selalu menyembuhkan penyakit atau melindungi pemakai dari radiasi nuklir. Setiap butir obat itu hanya melindungi pasien dari pembengkakan tyroid selama 24 jam saja. Tidak lebih.

Seperti diketahui, Tiroid atau Tyroid adalah kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon yang diperlukan, untuk mengatur suhu tubuh dan konsumsi energi tubuh. Tiroid terletak di bagian depan dan bawah leher, yang memiliki dua lobus simetris membentuk seperti kupu-kupu. ‘’Bila digunakan berlebihan, maka akan menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh bahkan kematian. Bukan melindungi radiasi nuklir,’’ tulis CNN dalam ulasannya Senin 14 Maret 2022.

Inggris juga mengalami hal yang sama, setelah Presiden Vladimir Putin mengancam hendak mengebom Eropa dengan nuklir. ‘’Permintaan meningkat dari seluruh Eropa dan AS. Waktunya bersamaan dengan konflik di Ukraina,’’ tutur Chris Sampson, jurubicara Pabrik farmasi BTG, penghasil tablet potasium iodida di London, Inggris.

Peningkatan permintaan yang sama pernah terjadi tahun 2018, tatkala Presiden Donald Trump menulis di akun Twitternya. ‘’Saya punya tombol lebih besar dan lebih mematikan dibandingkan milik Kim Jong-Un (pemimpin Korut),’’ tulis Trump. Tak berapa lama kemudian, permintaan obat Tiroid itu meningkat tajam. (DP)

 

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

7 days ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

3 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago