Press "Enter" to skip to content

Warga Muslim bangun Gereja Kristen di Pakistan

Warga Muslim di Desa Khaksabad, Pakistan, ramai-ramai iuran mengumpulkan dana bagi pembangunan sebuah gereja bagi warga Katolik. The Independent melaporkan Senin (13/6/2016), pembangunan gereja itu dilakukan setelah banjir lumpur menggusur sejumlah bangunan, termasuk sebuah Kapel Katolik di desa miskin tersebut.

‘’Saya baru tahu pembangunan gereja itu dalam pertemuan warga desa, bulan lalu,’’ tutur Dilawar Hussein, salah seorang penjaga toko Muslim kepada Asia News. ‘’Gereja juga rumah Allah, hanya cara sembahyangnya yang berbeda. Kami juga memuja Tuhan yang sama,’’ sambungnya. Sumbangan yang mereka berikan bervariasi jumlahnya. Mulai dari 2000 Rupee atau hampir Rp 400 ribu hingga 10 ribu Rupee, bahkan 300 ribu Rupee atau hampir Rp 6 juta.

’Setelah peristiwa kerusuhan, kami berupaya bersatu,’’ kata Ijaz Farooq kepada BBC. ‘’Kami meningkatkan sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan membangun gereja, kami hendak menunjukkan bahwa kami bersatu,’’ sambungnya.

Peristiwa kerusuhan yang dimaksud adalah peristiwa penyerangan oleh sekelompok orang terhadap kaum Kristiani di Desa Gojra, tak jauh dari Khaksabad. Sepuluh orang tewas dan tujuh orang dibakar hidup-hidup di dalam rumah mereka, serta empat bangunan ibadah juga dibakar.

Dengan dibangunnya gereja baru itu, maka umat Kristiani tidak perlu lagi menyewa gedung bila hendak beribadah. ‘’Awalnya saya tidak percaya, bahwa para pemimpin Muslim mengatakan mereka hendak membangunkan kami sebuah gereja,’’ tutur Faryad Masih, salah satu pemeluk Kristen kepada harian Anadolu Agency.  ‘’Yang mengejutkan, pembangunan akan dilakukan sebulan setelah pengumuman,’’ sambung Faryad Masih. ‘’Impian komunitas Kristen menjadi kenyataan,’’ katanya menutup pembicaraan.
Slow-Watches

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *