Press "Enter" to skip to content

Setiap Hari Ribuan Manula Hilang di China Setelah Ditinggal Anaknya ke Kota

Sekitar 1.300 orang lanjut usia hilang setiap harinya di China, karena ditinggal anak-anaknya yang bermigrasi ke kota-kota besar. The Telegraph mengabarkan Selasa (11/10/2016) hal itu diungkap dari hasil jajak pendapat yang dihimpun Asosiasi Institut Bantuan Sosial Zhongmin.

Banyak kasus ditemukan di daerah pedesaan dan kota-kota kecil, yang ditinggal kaum muda karena mencari pekerjaan di kota-kota besar. Lebih dari 80 persen warga lansia yang hilang ditemukan di kota-kota besar, dan 50% lainnya ditemukan di kawasan pedesaan.

Banyak warga lansia itu menderita sakit mental. 72% dari mereka mengalami hilang ingatan dan separuh lainnya menderita dimensia atau linglung. Hal itu tak terlepas dari program ‘Satu Anak Cukup’ yang pernah dicanangkan Pemerintah China, sehingga jumlah lansia semakin tak terkendali.

Pada tahun 2013, Beijing mengeluarkan UU yang mengharuskan orang dewasa mengunjungi orang tuanya yang sudah lansia. Pemerintah PM Xi Jinping juga mengeluarkan daftar kewajiban untuk mengisi ‘’Kebutuhan spiritual bagi kaum lansia’’.

Banyak yang mengkritik kebijaksaan itu, karena sulit dijalankan, meski hal itu menjadi indikasi bahwa Beijing prihatin dengan bertambahnya jumlah kaum lansia. Pada tahun 2050 mendatang, sebanyak 30% penduduk China yang berjumlah sekitar 1 miliar orang akan berusia 60 tahun atau lebih. ‘’Hal itu bertolak belakang dengan penduduk dunia yang cuma 20% dari penduduk dunia dan penduduk China pada tahun 2000 lalu,’’ bunyi perkiraan PBB.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *