Press "Enter" to skip to content

Penjagal sapi diancam hukuman seumur hidup di Gujarat, India

Pemerintah Negara Bagian Gujarat, India mengeluarkan peraturan baru yang isinya menghukum tujuh tahun penjara atau hukuman seumur hidup bagi penjagal sapi atau pengangkut sapi.

Al Jazeera mengabarkan Jumat (31/3/2017), peraturan baru itu dikeluarkan setelah kelompok garis keras Hindu menuntut Pemerintahan Gujarat agar lebih keras melindungi hewan yang dianggap suci di India tersebut. ‘’Sapi bukanlah seekor hewan, melainkan simbol kehidupan universal,’’ kata Menteri Kehakiman Gujarat, Pradipsinh Jadeja di depan parlemen. Peraturan sebelumnya, menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara bagi penjagal sapi.

 

Sapi merupakan hewan suci bagi warga India yang mayoritas beragama Hindu, dan penyembelihan sapi dilarang di sejumlah negara bagian. Sebaliknya, jutaan warga India beragama Muslim, Kristen dan Hindu berkasta rendah, mengkonsumsi daging sapi. Sejak Narendra Modi terpilih menjadi Perdana Menteri India, kelompok sayap kanan, Partai Bharatiya Janata, BJP, pendukung PM Narendra Modi, makin bersikap keras.

Apalagi BJP baru saja menang telak dalam pemilu di Negara Bagian Uttar Pradesh. Sejak terpilih sebagai Menteri Besar, Yogi Adityanath memberangus bisnis penjualan daging sapi yang umumnya dimiliki warga Muslim, India. Para aktivis Hindu menuduh, para pedagang Muslim menutup-nutupi dagangan sapinya dengan menyebut dagangannya adalah daging kerbau, yang bukan dianggap hewan suci oleh warga Hindu.

 

Penyembelihan sapi menjadi kasus yang peka di India. Seekor sapi yang tengah diangkut di atas truk, bisa menjadi pemicu perseteruan antara Hindu dan Islam di India. Satuan relawan ‘Penyelamat Sapi’ seringkali melakukan razia di jalan-jalan raya untuk memeriksa truk-truk yang membawa hewan sembelihan.

Tahun 2015, seorang Muslim berusia 50 tahun yang dituduh mengonsumsi daging sapi, diseret keluar dari rumahnya dan dipukuli sampai mati oleh sekelompok warga Hindu. Belakangan polisi mengungkapkan daging yang dikonsumsi ternyata daging domba.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *