Press "Enter" to skip to content

Dari Sebuah Cafe yang Bising di Philadelphia …

Di sebuah warung kopi yang bising, di kawasan pusat Philadelphia, dua wartawan Indonesia tidak merasa sreg dengan penerbitan sejumlah majalah Indonesia di Amerika Serikat. ‘’Alangkah lebih baik bila ada majalah yang dikelola oleh wartawan Indonesia,’’ kata Indah Nuritasari, mantan wartawati Majalah Swa kepada rekannya Didi Prambadi. ‘’Media massa Indonesia yang beredar di AS dikelola oleh orang-orang yang bukan wartawan,’’ tegasnya lagi.

Obrolan singkat di cafe yang riuh dengan obrolan pengunjung itulah yang melahirkan Indonesian Lantern. Sebuah majalah versi cetak yang terbit sekali dalam dua bulan. Sementara Didi Prambadi, salah satu wartawan senior Indonesia, menyusun dan mendisain situs majalah baru bernama www.indonesianlantern.com

 

Indah Nuritasari memulai kasak-kusuk untuk mencari pemodal. Mulai dari seorang keluarga kaya asal AS yang berniat menyumbang dananya untuk sebuah yayasan, hingga pengusaha lokal yang berniat bisnis. Namun, kedua calon pemodal itu mengundurkan diri setelah menyadari bahwa bisnis ini berisiko merugi. Lewat sebuah obrolan para ibu di Masjid Al Falah, masjid komunitas Indonesia di Philadelphia, Indah mampu meyakinkan Heni Juana, seorang perempuan pekerja asal Bandung untuk meminjamkan uangnya.

Bermodal dana pinjaman itulah, majalah dwi bulanan itu pun lahir dengan nama Indonesian Lantern dan dibagikan secara gratis ke sejumlah badan dan organisasi AS serta warga setempat. ’’Kita gunakan Lentera karena akan menjadi lampu penerang bagi komunitas Indonesia di AS dan dunia,’’ tutur Indah Nuritasari penggagas nama itu. Dibantu Wiharta Lim, salah satu pendisain grafis asal Indonesia, majalah itu akhirnya memiliki logo sendiri dengan lampu tempel sebagai pelengkap.

 

Majalah Indonesian Lantern pun lahir bulan April 2012 dengan cetakan pertama sebanyak seribu eksemplar. Sejumlah penulis diundang mengisi majalah versi cetak yang tampil cukup eksklusif dan mengkilat, serta didisain oleh Wiharta Lim itu. Di antaranya cerita tentang perjuangan Diaspora Indonesia memperjuangan dwi kewarga negaraan yang ditulis Nuning P. Hallet, Executive Director  Yayasan Diaspora Indonesia Global, juga artikel ringan lainnya. Bersamaan dengan itu, edisi internet diterbitkan Didi Prambadi, dengan modal dari koceknya sendiri. Hampir setiap hari, Didi jebolan Sekolah Tinggi Grafika Universitas Indonesia itu melakukan update berita.

Sejak itu, sambutan warga Indonesia dan warga AS semakin banyak. Sejumlah warga Indonesia ingin mengisi artikel dalam majalah itu. Juga sejumlah warga AS yang merasa dekat dengan Indonesia. Di antaranya tulisan tentang Laura F. Cohn, artis sekaligus instruktur batik yang tinggal di Bala Cynwyd, Philadelphia.

Seiring dengan perjalanan waktu, majalah Indonesian Lantern menampilkan sejumlah wawancara dengan tokoh-tokoh Indonesia. Seperti Dubes Indonesia untuk AS, Budi Bowoleksono dan Konsul Jenderal Indonesia di New York, Ghafur Akbar Dharmaputra. Juga sejumlah tokoh Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat. Didi dan Indah turun ke lapangan untuk meliput sejumlah peristiwa penting, seperti kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ke AS, dan kasus bunuh diri Moeljadi, yang menggemparkan komunitas Indonesia di Philadelphia dan AS.

Dari sejumlah cerita itulah, Indonesian Lantern mulai dikenal. Situs www.indonesianlantern.com mulai diklik banyak orang dengan rata-rata sekitar 1.000 orang per hari. Sejumlah iklan juga mulai mengalir, walaupun hingga hari jadinya yang ke-1, majalah ini belum meraih keuntungan berarti.

‘’Ayo kita sempurnakan lagi dan giatkan cari iklan,’’ kata Indah Nuritasari, pemimpin redaksi sekaligus CEO majalah itu. Sekitar lima pembantu tanpa honor masih bersedia membantu, walau untuk beberapa hari saja. Perkembangan berita tanah air dan luar negeri lainnya, langsung diupdate Didi Prambadi, selaku Chief Operation Officer (COO) dalam hitungan menit, berkat program sederhana yang digunakan untuk majalah ini. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *