Press "Enter" to skip to content

Pemimpin Aliran Era Baru Divonis Mati di Teheran

Sebuah pengadilan Iran menjatuhkan vonis mati terhadap Mohammad Ali Taheri, pemimpin aliran Era Baru, sempalan Syiah Islam berbau mistis.

The New York Times mengabarkan Senin (28/8/2017), Pengadilan Revolusi Iran yang mengadili kasus itu menyebutkan, Ali Taheri dihukum mati karena menyebarkan korupsi di dunia. Bahkan kelompok garis keras Iran menyebutkan, vonis itu dijatuhkan karena Taheri melakukan hubungan haram dengan sejumlah perempuan. ‘’Dia juga melakukan sodomi,’’ tutur Hamidreza Taraghi, salah seorang analis garis keras Iran.

Namun tuduhan itu ditolak oleh para pendukung Ali Taheri. Menurut mereka, pemimpin spiritual berusia 61 tahun itu mengajarkan penyembuhan dari dalam tubuh, berdasarkan kepercayaan dan pengertian terhadap alam. Karena itulah, pada saat kelompok itu berdiri tahun 2005, Taheri diizinkan mempraktekkan ilmunya ke sejumlah sekolah. Bahkan diberi kebebasan memberi kotbah dan menerbitkan buku.

Dalam video ajarannya, Taheri mengungkapkan teori bahwa manusia memiliki bagian-bagian yang tak terbatas seperti alam semesta. ‘’Manusia dapat menyembuhkan diri menggunakan kekuatan ultra yang bekerja di luar pengetahuan manusia,’’ kata pendiri kelompok ‘Era Baru’ itu. Semakin lama beroperasi,  kelompok itu semakin banyak pengikutnya, sehingga para pemuka agama Syiah pun masygul. Pada tahun 2010, Taheri ditangkap namun dilepaskan lagi, dan pada tahun 2011, pemimpin spiritual itu ditangkap lagi dan tak dilepaskan lagi hingga kini.

Belasan pengikutnya sempat melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Garda Revolusi, untuk memprotes vonis yang dijatuhkan terhadap pemimpin mereka. Beberapa di antaranya yang melakukan protes di Depan Penjara Evin, tempat Taheri dipenjara, juga ditangkap, beberapa bulan lalu. Selain itu, penguasa Iran juga menahan sejumlah pengikutnya di sekitar Kota Isfahan, pusat ajaran tersebut.

Tuntutan mereka agar Taheri diberi kesempatan untuk melakukan banding, masih dipertimbangkan oleh Pengadilan Garda Revolusi Iran.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *