Press "Enter" to skip to content

Presiden Duterte Hancurkan Ratusan Sepeda Motor Selundupan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyaksikan penghancuran 116 sepeda motor dan mobil mewah hasil selundupan di markas besar Direktorat Jenderal Bea Cukai Filipina, Manila, Rabu (30/5/2018). GMA News mengabarkan, kendaraan bermotor mewah yang diperkirakan bernilai total $ 640 ribu atau sekitar Rp 89 miliar terdiri dari berbagai merk terkenal dunia.

Termasuk di antaranya sepeda motor merk Vespa, Harley Davidson, BMW bekas dan dua sepeda motor Triumph. Selain itu, beberapa mobil yang ikut dimusnahkan adalah sebuah Mitsubishi Pajero, dua Land Rover dan sebuah mobil Volvo, serta mobil bekas Ford Ecoline E350 keluaran tahun 2002 dan 2005.

Kendaraan bermotor itu dijejer sebelum ditimpa dan dilindas oleh sebuah mesin penggali tanah berukuran raksasa. ‘’Saat mesin ekskavator itu menimpa sepeda motor Harley Davidson, saya merasa seolah tengkuk saya juga ditimpa mesin,’’ katanya. Menurut kantor Bea Cukai Filipina, ratusan kendaraan itu diselundupkan melalui berbagai dermaga di Manila, Subic, Cebu dan Iloilo. Kendaraan bermotor itu dijejer sebelum ditimpa dan dilindas oleh sebuah mesin penggali tanah berukuran raksasa. 

Bukan kali ini saja Presiden Duterte menyaksikan pemusnahan kendaraan bermotor selundupan. Pada 14 Maret lalu, Duterte juga menyaksikan penghancuran kendaraan bermotor mewah di Port Irene, Cagayan, dan di Cebu serta Davao. Dan pada bulan Februari lalu, Duterte juga menyaksikan penghancuran yang sama, saat hari jadi Direktorat Bea Cukai Filipina.

Duterte menyatakan menolak kendaraan mewah itu dilelang. ‘’Dengan cara itu, para penyelundup diberi kesempatan lagi untuk menyelamatkan barang selundupannya lewat kantor Bea Cukai,’’ katanya. Presiden Rodrigo Duterte mengaku selalu mengendarai sepeda motor saat memburu para penjahat narkoba di daerah pelosok dan terpencil Filipina, saat menjabat sebagai Gubernur Davao.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *