Press "Enter" to skip to content

Dua Remaja Keturunan Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalin di South Carolina

Dua remaja berdarah Indonesia meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang terjadi di kawasan South Carolina. Mereka adalah Kirana Wolwark, 15 tahun dan Nate Wolwark, 12 tahun, tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi Sabtu 16 Juni 2018 lalu.

Petugas kepolisian lalu lintas South Carolina, menyebutkan kecelakaan terjadi di pintu keluar Exit 4, Fair Play pada pukul 5.45 pagi waktu setempat. 

Kepada stasiun televisi WBTV, petugas menuturkan bahwa mobil Chevy jenis SUV (Sport Utility Vehicles) yang ditumpangi korban melaju di jalan I-85, tiba-tiba keluar jalur dan terguling beberapa kali. ‘’Kedua korban yang tewas, yakni Nate dan Kirana, duduk di bangku belakang tanpa mengenakan sabuk pengaman, terlontar keluar dari mobil, mengalami luka cukup fatal sehingga tewas di tempat kejadian,’’ ujar salah satu petugas.

Sementara itu, Natalia Wolwark, ibu korban yang mengalami luka parah, sempat terperangkap di dalam mobil beberapa lama dan berhasil dibebaskan petugas, dan langsung diangkut helikopter menuju ke Rumah Sakit Greenville Health System. Natalia Wolwark yang bernama asli Natalia Anggraeni, mengalami patah tulang rusuk dan tulang lehernya. Demikian juga Jessica Wolwark, 17 tahun yang duduk di bangku depan dan mengenakan sabuk pengaman, robek di salah satu lengannya dan kini masih dirawat di rumah sakit yang sama.

Dari kiri ke kanan: Jessica, Nate, Nicholas, Kirana dan Natalia Anggraeni (koleksi keluarga)

‘’Saya letakkan tangan saya ke dada Jessica untuk merasakan apakah dia masih bernafas atau tiba-tiba ia terkesiap,’’ tutur Sarah Eagle yang menolong Kirana di lokasi kecelakaan. Mahasiswi perawat di East Carolina University ini, berada di jalan bebas hambatan dan dekat tempat kejadian. Sarah Eagle turun dari mobilnya dan membantu para korban bersama para medis, dokter militer dan perawat bagian gawat darurat yang saat itu berada di jalan bebas hambatan I-85.

Nickolas Wolwark, putra pertama keluarga Wolwark, yang hari itu tinggal di kediaman keluarga Wolwark di Kennesaw, Georgia, merasa terkejut dan tidak percaya dengan peristiwa tragis yang menimpa keluarganya. ‘’Saya langsung menangis, dan tak bisa percaya dengan kejadian itu,’’ tuturnya kepada Channel 2 Action News ABC.

Nate, Kirana & Jessica (koleksi keluarga)

Nickolas menuturkan, kedua saudaranya yang meninggal dunia itu, kecapekan bangun pagi dan tengah tertidur di mobil. Karena itu, ‘’Selalu pakai sabuk pengaman, agar mereka yang anda cintai dalam keadaan aman. Sayangi mereka selama anda masih diberi kesempatan,’’ sambung Nickolas.

Penyebab kecelakaan fatal itu masih diselidiki pihak berwajib. Pihak rumah sakit mengumumkan yang memegang kemudi saat itu adalah Jessica. Pagi itu Natalia Anggraeni hendak mengantar ketiga anaknya dari tempat tinggal mereka di Kennesaw, Georgia untuk mengikuti ‘Summer Camp’ di sebuah kampus di South Carolina.

Sebuah kotak sumbangan telah disediakan oleh Chrissy Concepcion atas nama Natalia Anggraeni,  di www.gofundme.com/wolwark-tragedy untuk membantu keluarga Natalia menutup biaya pemakaman Kirana dan Nate dan biaya rumah sakit. Maklum Natalie Anggraeni adalah seorang ibu berstatus single parent (orang tua tunggal) yang tidak memiliki asuransi kesehatan bagi seluruh keluarganya.

Jessica & Kirana (koleksi keluarga)

Sejumlah warga Indonesia dan kerabat keluarga korban, masih mengirimkan sumbangannya. Hingga berita ini ditulis jumlah sumbangan mencapai sekitar $ 65 ribu dari target sebesarr $ 100 ribu. Sekali lagi sumbangan lewat Gofundme bisa dikirim lewat www.gofundme.com/wolwark-tragedy.

Sementara itu dalam penjelasannya kepada Indonesian lantern, pihak KJRI Houston, Texas yang membawahi wilayah Georgia, baru mendapatkan informasi Senin kemarin. ”Kami langsung mengontak warga Indonesia di Georgia,” tutur Dhyasti Kalista W.N. Siregar, Konsul Konsuler KJRI Houston.

Lebih lanjut Dhyasti Kalista menjelaskan karena Keluarga Natalia Wolwark adalah warganegara AS, ”Kami, sebagai wakil Pemerintah Indonesia tidak dapat terlibat lebih jauh,” katanya. ”Sebagai institusi, kami tidak memiliki kewajiban. Tapi, secara pribadi, kami membantu menyebarkan informasi penggalangan dana lewat Gofundme itu,” ujar Dhyasti Kalista W.N. Siregar, Konsul Konsuler KJRI Houston, Texas.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *