Press "Enter" to skip to content

Wanita asal Indonesia Bunuh Suami dan Putrinya di Taiwan

Sebuah kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ibu asal Indonesia terjadi di Desa Puxin, Kecamatan Changhua, Taiwan, awal Desember lalu. Pertengkaran dengan suaminya Wu Nan, menyebabkan ibu bernama Wang itu, gelap mata. Wanita berusia 40 tahun itu menikam Wu Nan hingga belasan kali dengan pisau dapur, sedangkan Xiao Wu, putri mereka juga ditusuk saat melerai pertengkaran ayah ibunya.

Wu Nan, korban pembunuhan Taiwan (Apple News).

Pertengkaran antara pasangan itu sebenarnya sudah sering terjadi. Sejak menikah 15 tahun lalu, pasangan Wu dan Wang mengalami tiga kali pisah dan rujuk. ”Mereka ramah dengan para tetangga, meski kadang terdengar saling bertengkar mulut,” tutur seorang tetangga mereka di Puxin.

Biasanya, pertengkaran terpicu oleh Wu Nan yang suka main mata dengan wanita lain. Selain itu, pertikaian gampang meledak soal pengelolaan motel dan toko kelontong yang terletak di Jalan Tianzhuo. Bangunan berlantai tiga itu merupakan peninggalan ayah Wu Nan eorang kepala desa terpandang dan memiliki sejumlah motel yang kemudian diwariskan ke Wu Nan, setelah ayahnya wafat beberapa tahun silam.

 

Pertengkaran pagi hari di awal Desember lalu, lagi-lagi tersulut oleh pengelolaan motel dan toko kelontong yang dikendalikan Xiao Wu. Wang yang tiga bulan lalu, baru rujuk kembali, meledak amarahnya melihat cara kerja Xiao Wu, 15 tahun yang dinilainya jorok dan tidak keruan. Pada saat pertikaian memuncak, Wang berlari ke dapur mengambil pisau dan menusuk suaminya hingga belasan kali. Sementara Xiao Wu, putrinya yang mencoba melindungi ayahnya juga ditikamnya hingga luka parah.

Tersangka Wang, digiring petugas ke Kapolres Changhua (Apple News).

Dengan tangan berlumur darah, Wang berlari menuju Kantor Polisi Changhua untuk menyerahkan diri. ”Kata-kata pertama yang diucapkan Wang adalah ‘Saya telah membunuh orang,” tutur petugas polisi seperti dilaporkan Harian Taiwannews.com.

Ibunda Wu Nan, minta tolong pada para tetangga setelah mendapati putranya bersimbah darah di lantai dua. Petugas pemadam kebakaran pun membawa Wu Nan ke Rumah Sakit Umum Pusat di Changhua. Namun 30 menit kemudian Wu Nan meninggal dunia walau telah diberi pertolongan darurat. Sedangkan Xiao Wu ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai.

Xiao Wan, putri yang jadi korban ibunya (Apple news).

 

Kasus kriminal ini menyita perhatian warga Taiwan. Profesor Guo Lian, mengungkapkan bahwa perceraian tidak bakal menyelesaikan kasus kekerasan fisik dan mental di dalam rumah tangga. ”Rujuk kemudian bercerai lagi, membuat pertengkaran semakin menumpuk,” tutur Guo Lian, dari Institut Terapi Pernikahan dan Keluarga Universitas Changshi, Taiwan.

Sedangkan Wang Qigang, Direktur Pusat Psikiatri Yudisial RS Kristen Changhua menjelaskan kasus ini sangat langka terjadi. Menurutnya, pembunuhan berlangsung karena rasa pembalasan. ”Sangat jarang pembunuhan berlangsung gara-gara anak perempuan seperti kasus ini,” tuturnya.

Kini polisi masih mengusut kasus ini. Menurut penyidikan sementara, Wang diperkirakan membeli pisau dapur itu sekitar sepekan sebelumnya, untuk membunuh Wu Nan. ”Sehingga pembunuhan itu direncanakan sebelumnya,” tutur seorang petugas kepolisian Changhua kepada Applenews, koran berbahasa China. Sampai kini Wang ditahan di Kapolres Changhua. (DP).