Press "Enter" to skip to content

Saking Dinginnya, Rel Kereta di Chicago Harus Dibakar

Saking dinginnya rel kereta api di Chicago harus dibakar agar kereta dapat tetap berjalan. ”Jika tidak dibakar, rel kereta akan membeku dan akan menyusut sehingga menyebabkan gerbong-gerbong akan saling tarik satu sama lain,” tulis Metrarail transit dalam unggahan fotonya di Instagram.

 

Menurut laporan badan cuaca dan meteorologi setempat, suhu dingin mencapai minus 22 Fahrenheit atau sekitar minus 30 Celcius. ”Bila angin bertiup, suhunya bisa mencapai minus 49 Fahrenheit atau minus 45 Celcius, bunyi laporan stasiun televisi ABC7, Rabu 30 Januari 2019.

Sebenarnya rel kereta itu bukan dibakar, ”Tapi sistem gas yang terdapat di sepanjang rel kereta api itulah yang mengeluarkan api di beberapa kawasan kritis, secara otomatis pada saat tuas pemindah jalur kereta melakukan kontak dengan udara dingin,” bunyi penjelasan resmi perusahaan KA Metra di Chicago. Tuas itu berfungsi untuk memindahkan jalur kereta api.

s

Sementara itu, Harian Chicago Tribune melaporkan musim dingin bakal menyebabkan tuas jadi beku dan macet. ”Tuas yang beku bisa menyebabkan kereta api mogok di jalan sampai es beku itu dapat dibersihkan. Begitu kereta api memanas, maka rel-rel kereta akan tersambung kembali.

Udara dingin menerpa seluruh kawasan Amerika Serikat sejak Rabu 30 Januari hingga Jumat besok. Meski hujan salju tidak terjadi, namun udara dingin sekitar minus 30 derajat Celcius, sangat berbahaya. ”Dalam waktu 10 menit di luar, kita bisa celaka,” tutur salah seorang penduduk Kentucky.

Gubernur Kentucky, Matt Bevin dikecam sejumlah warganya, lantaran menilai warga AS tidak tahan banting dan manja. ”Gara-gara udara dingin, banyak sekolah ditutup,” kata Matt Bevin dalam wawancaranya dengan News Radio 840 WHAS. ”Tidak ada salju, kan? Masak harus ditutup. Kita jadi lembek. Kita lembek,” katanya. (DP).