Press "Enter" to skip to content

Philadelphia dan Sanctuary Cities Lainnya Sambut Hangat Kedatangan Imigran Non-dokumen

Ancaman Presiden Trump untuk membanjiri ‘Sanctuary Cities’ dengan imigran non-dokumen maupun imigran kriminal, disambut hangat sejumlah walikota AS. Mereka umumnya menyambut baik usul Presiden Trump itu dan mempersipkan diri untuk menampung para imigran.

Walikota Philadelphia Jim Kenney misalnya, mengungkapkan ”Kota kami siap menyambut para imigran seperti layaknya kami merangkul mereka sejak beberapa dekade lalu,” kata Jim Kenney kepada situs Axios.

 

Demikian pula yang diucapkan Rahm Emanuel. Walikota Chicago ini menjelaskan bahwa kota itu akan menyambut kedatangan imigran dengan tangan terbuka. ”Seperti halnya kita lakukan saat menyambut pengungsi Suriah, juga warga Puerto Rico korban Badai Maria. Termasuk juga pengungi Rohingya korban genosida di Myanmar,” tutur Rahm Emanuel bangga.

Baca juga: Puluhan Tahanan Imigran akan disebar ke Sanctuary Cities

Nada yang sama juga diutarakan London Breed. Walikota San Francisco itu mengecam langkah Presiden Trump sebagai taktik untuk menakut-nakuti warga AS. ”Kita dipaksa untuk mengeluarkan pendapat selama masa pemerintahannya,” tutur London Breed.

Sementara Walikota New York, Bill de Blasio mengkritik Presiden Trump menggunakan rakyat banyak seperti bidak catur. ”Kota New York selalu menjadi kota utama bagi kaum imigran,” katanya. ”Ancaman Pak Presiden hanya kosong belaka dan tidak akan mengubah sikap kami terhadap kaum imigran,” ujar Bill de Blasio.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump berencana menyebarkan 50 ribu imigran non-dokumen dan kriminal ke seluruh kota-kota yang menyatakan diri sebagai ‘Sanctuary Cities’. Banyak pemimpin Partai Demokrat dan anggota parlemen AS mengecam rencana tersebut. Tapi, sebaliknya para walikota Sanctuary Cities malah menyambut hangat kedatangan puluhan ribu imigran non-dokumen dan kriminal itu. (DP)