Press "Enter" to skip to content

Ada Usulan Tiap Penduduk AS Dapat Bantuan $ 2000 per bulan Selama Setahun

Ada yang usul setiap warga AS akan menerima lagi paket bantuan keuangan bernilai $ 2.000 per orang. Bantuan itu di luar paket stimulus bernilai $ 1.200 yang telah dibagikan sejak Maret lalu dan baru terbagi tuntas sekitar bulan September 2020 mendatang.

Bantuan yang bernilai sekitar Rp 30 juta per orang itu akan dibagikan setiap bulan — sekali lagi tiap bulan — setelah pandemi COVID-19 dinyatakan resmi hilang dari muka bumi Amerika Serikat. Entah kapan.

Majalah kondang Forbes menguraikan, paket bantuan itu termaktub dalam akta Automatic BOOST to Community, atau akta ABC. Akta yang baru diusulkan oleh Rashida Tlaib dan Pramila Jayapal, dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, tentu saja mengejutkan. Lebih-lebih, dalam usulan tersebut, dana bantuan itu akan diberikan dalam bentuk kartu debit yang dapat menarik dana segar dari Anjungan Tunai Mandiri atau ATM di manapun.

”Awalnya kartu plastik itu berisi $ 2.000, dan kemudian akan disuntik lagi dana $ 1.000 setiap bulan. Demikian seterusnya sampai setahun setelah krisis COVID-19 berakhir,” tulis majalah Forbes. ”Kartu prabayar itu untuk membantu mereka yang tidak punya akun bank atau tidak memiliki akses untuk menguangkan cek,” lanjut Forbes.

Lantas siapa saja yang bakal mendapatkan kartu itu? Pembayar Pajak, dan para anggota keluarga yang jadi tanggungan mereka. Misalnya suami istri dengan dua anak, akan mendapat $ 8 ribu per bulan. Juga penduduk yang bukan warga AS. Termasuk mereka yang tidak punya nomor Sosial Sekuriti – semacam Pusat Dana Sosial, atau mereka yang tidak memiliki alamat tetap.

Yang mengagetkan, usulan itu menyebutkan pula bahwa mereka yang bukan warga AS juga mendapatkan uang bantuan ini. Termasuk permanen residen, mereka yang tidak memiliki dokumen resmi, atau pemukim asing yang berada di AS lebih dari tiga bulan. Kartu prabayar itu bisa diambil di kantor-kantor pos, dikirim lewat pos atau beberapa tempat lain.

Dari mana bantuan itu didapatkan? Menurut Forbes, akta ABC akan didanai langsung oleh Departemen Keuangan AS yang menerbitkan uang logam platinum bernilai total $ 1 triliun atau sekitar Rp 15 ribu trilyun. Penerbitan uang platinum itu berdasarkan Title 31 of US Code yang memberi kewenangan Departemen Keuangan AS untuk menerbitkan uang logam dan uang logam platinum.

Memang, paket stimulus ekonomi itu masih dalam bentuk usulan dan harus digodok di parlemen. Meski demikian, banyak yang menilai cukup masuk akal. Dan memang dibutuhkan warga AS yang diperkirakan akan mengalami pandemi panjang, hingga beberapa tahun mendatang.

Hal serupa juga pernah diusulkan Andrew Yang. Kandidat presiden dari Partai Demokrat itu, pernah mengusulkan untuk memberi setiap warga AS sebesar $ 1000. Menurut Andrew Yang (orang Amerika menyebutnya ‘Yeng’), pemberian seribu dolar, atau juga disebut a Freedom Dividend tersebut, lebih hemat dibandingkan berbagai dana sosial yang dikeluarkan Pemerintah AS.

Sampai kini, Pemerintah Washington menghabiskan $ 500 miliar hingga $ 600 miliar setahun untuk membiayai sejumlah program sosial. Misalnya, program bantuan disabilitas, santunan kupon makanan, santunan bagi penganggur, gelandangan serta warga berkekurangan lainnya. Jika program UBI dijalankan, mereka tidak akan menerima tunjangan lagi. Karena itu, ”Mereka harus berhati-hati dan hidup sehat,” kata Andrew yang ternyata gagal maju jadi kandidat presiden dari Partai Demokrat. (DP)