Press "Enter" to skip to content

Jajaran Kepolisian Philadelphia Akan Dirombak Agar Lebih Efisien

Struktur organisasi kepolisian akan dirombak, termasuk jajaran eksekutif kepolisian Philadelphia. 12 orang asisten dari kantor kejaksaan akan ditugaskan untuk membantu enam divisi Philadelphia yang tugasnya, lebih memusatkan perhatian pada kasus-kasus kriminal.

Tak cuma itu. Operasi Pinpoint, yang memberikan bantuan sumber tenaga kerja dan teknologi juga akan dilanjutkan, agar satuan kepolisian Philadelphia lebih efektif dan efisien.

”Tugas utama mereka adalah melakukan pencegahan kriminalitas dan berkolaborasi mengurangi aksi kriminalitas,” tutur Jaksa Philadelphia Larry Krasner.

Stasiun televisi CBS mengabarkan Minggu 27 Juni 2020, perombakan itu diusulkan oleh Kolaborasi Perlindungan Kriminal dan Pengurangan Kekerasan Philadelphia. Badan khusus yang dibentuk jajaran kepolisian, anggota komunitas dan Kantor Kejaksaan tersebut merasa perlu mengusulkan perombakan itu, karena aksi kekerasan semakin meningkat sejak setahun ini.

Aksi kejahatan dengan senjata api, meningkat hingga 57% sejak setahun ini, dan angka pembunuhan bertambah 20%. Jumat pekan lalu misalnya, tujuh orang jadi korban penembakan dalam waktu tiga jam di Philadelphia. Satu orang tewas dan dua korban luka parah.

”Mencari solusi mengatasi kekerasan menggunakan senjata api di lingkungan kita semakin diperlukan,” tutur jamie Gauthier, anggota DPRD Philadelphia. Bahkan salah satu strategi yang dilakukan Badan Kolaboras Perlindungan Kriminal itu, meninjau kembali keterlibatan petugas penegak hukum dari negara bagian, pemerintah federal dan kepolisian lokal. Harapannya, apakah keterlibatan mereka dirasa perlu atau tidak.

Usulan perombakan disambut baik oleh komunitas Philadelphia. ”Kami, khususnya warga hitam, harus bekerja bersama, karena anggota keluarga kami yang banyak menjadi korban,” tutur Stanley Crawford, salah satu korban penembakan. (DP)