Press "Enter" to skip to content

30 Juta Warga AS Mengalami Kekurangan Pangan

Dinas Keamanan Pangan AS pekan lalu melaporkan, hampir 30 juta warga AS mengalami kekurangan pangan selama seminggu. Temuan yang disiarkan situs Bloomberg itu diungkap berdasar survei mingguan yang dilakukan Household Pulse Survey sejak beberapa bulan lalu.

Dari 249 juta responden, 23,9 juta di antaranya menderita kekurangan pangan. ”Para responden kadang tidak memiliki cukup makanan selama seminggu, hingga 21 Juli lalu. Sementara 54,2 juta terindikasi ”Sering tidak punya cukup makanan untuk dikonsumsi,” bunyi kesimpulan survei yang dilakukan sejak 5 Mei 2020.

Jumlah responden yang menyebut kadang-kadang tidak mempunyai cukup makan merupakan jumlah tertinggi dalam survei yang dilakukan selama 12 pekan. Bahkan jumlah responden yang sering mengalami kekurangan makan mencapai angka tertinggi sejak survei berakhir 26 Mei silam.

 

Bloomberg mengabarkan pula bahwa kekurangan makan dan resesi akut yang terjadi di AS ini, disebabkan oleh pandemi yang kini mencapai angka 4,6 juta kasus. Angka kematian COVID-19 mencapai 154 ribu lebih.

22 juta warga AS kehilangan pekerjaan, dan menuntut tunjangan penganggur. Sehingga Pemerintahan Trump harus mengeluarkan tunjangan pengangguran sebesar $ 600 per minggu atau sekitar $ 2400 per bulan. Akhir Juli kemarin, tunjangan ini berakhir dan Parlemen AS masih berkutat untuk memperpanjang tunjangan tersebut. Silakan dihitung berapa anggaran yang harus disediakan untuk menghidupi 22 juta penganggur.

Data lain juga menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi AS terhenti, setelah kasus COVID-19 kembali meningkat di AS. Sejumlah negara bagian terpaksa menutup kembali kegiatan bisnis, kegiatan mall serta restoran dan warung makan lainnya. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *