Press "Enter" to skip to content

Film ‘Living the Silent Dreams’ Ramaikan Acara Nobar HUT RI ke-75 di Philadelphia

Sebuah film tentang sejarah warga Indonesia di Philadelphia diputar dalam pagelaran Nobar atau ”Nonton Bareng” yang digelar Indonesianlantern.com untuk memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75, Senin kemarin.

 

Film berjudul ”Living the Silent Dreams” yang diputar hari itu, bercerita tentang kondisi warga Indonesia akhir tahun 1980-an. Tentang kondisi warga Indonesia yang masih belum mapan, akibat Peristiwa Kerusuhan Rasial 1998. Bahkan banyak pula yang menjadi warganegara AS melalui permohonan asilum politik. ”Mereka yang diwawancara banyak yang tidak bersedia menceritakan mimpinya,” kata Deddy Raksawardana, sutradara film yang diproduksi indonesianlantern.com

”The Benjamin Franklin Bridge adalah jembatan mencerminkan harapan warga Indonesia di Philadelphia untuk meraih kesempatan dan mimpi hidup lebih baik,” tutur tokoh di film itu.

Menurut Indah Nuritasari, CEO Indonesian Lantern Media LLC, pemutaran kedua film tersebut, ”Sebagai kontribusi kepada para ‘pahlawan’ imigran Indonesia yang membuka pintu bagi komunitas Indonesia untuk bisa tinggal dan menetap di Philadelphia,” tuturnya. Indah tak lupa menekankan bahwa pembuatan dua film itu, yakni ‘Living The Silent Dreams’ dan ‘Pandemic Stories of Indonesian Community in Philadelphia’, disponsori dana hibah dari Facebook Journalism Project.

Komentar penuh semangat diungkapkan Pastor Beny Krisbianto. Co-chair Indonesian Diaspora Network Philadelphia ini, menjelaskan bahwa jika warga Indonesia bersatu, maka bakal berdampak besar bagi kota Philadelphia. ”Selain itu, mampu memberikan sumbangsih bagi Tanah Air Indonesia yang kini berusia 75 tahun,” kata Beny Krisbianto.

Lain lagi yang diutarakan Theodorus S. Nugroho. Direktur Protokol dan Konsuler KBRI Washington DC ini mengungkapkan bahwa setiap negara memiliki sejarah kelam masing-masing. ”Saya memahami banyak warga Indonesia yang pindah ke Philadelphia karena berbagai masalah, termasuk masalah rasial,” kata Theodorus Nugroho.

”Agar dipahami bahwa tahun 1998 Indonesia di bibir kehancuran menuju perpecahan,” lanjutnya. Namun kini, ”Indonesia kini menjadi kancah pemilihan presiden terbesar di dunia, kata Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar,” tutur Theodorus Nugroho.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI New York, Arifi Saiman menceritakan bahwa permohonan asilum politik selalu menjadi pertanyaan di kalangan warga Indonesia di negar-negara bagian lain. ”Saya melihat ada dua golongan warga kita, yakni mereka yang menjadikan peristiwa itu sebagai korban, dan ada juga yang menggunakannya sebagai alasan kuat untuk masuk ke AS,” lanjutnya.

Sebaiknya perdebatan tentang hal itu sama-sama kita akhiri. ”Karena Indonesia kini menjadi negara yang jauh mengalami lompatan jauh ke depan. Bahkan telah menjadi anggota G-20. Suka atau tidak Indonesia sudah makin maju dan saatnya menatap ke depan,” sambung Arifi Saiman.

 

Film sejarah orang Indonesia ini, menurut Arifi Saiman, merupakan film dokumenter pertama tentang sejarah orang Indonesia di Philadelphia. Arifi Saiman sangat terkesan akan film ini dan berharap agar ”Komunitas Indonesia di daerah lain di Amerika bisa terinspirasi untuk membuat film serupa,” katanya.

Sekitar 50 orang memantau acara nonton bareng itu lewat Zoom, hingga usai. Bahkan sekitar 150 orang penonton menikmati acara itu lewat Facebook dan YouTube, tetap bertahan selama dua jam. Sebab, selain film ‘Living The Silent Dreams’ ada pula film ‘Pandemic Stories of Indonesian Community in Philadelphia’.

Apalagi adanya acara kuis yang memberi berbagai hadiah berupa gift card dan uang tunai dari sejumlah sponsor yang ikut mendukung acara itu. Yakni dari Kedutaan Besar RI Washington DC; Restoran Nigiyakana Sushi; B&N Market; Jasa ekspedisi Cargo M+M; Restoran Sky Cafe; Restoran Cafe Pendawa; Cure Nail and Spa di Philadelphia; Lee’s Cleaners dan masih banyak lagi lainnya. Terima kasih atas partisipasinya di acara yang diselenggarakan indonesianlantern.com Silakan menikmati pemutaran film kami di video di atas. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *