Press "Enter" to skip to content

Analis Demokrat Ramalkan Donald Trump Bisa Menang di Pilpres 2020

Hawkfish, perusahaan data dan analis Partai Demokrat mengungkapkan bahwa Presiden Trump tampaknya akan memenangkan pemilu presiden yang rencananya digelar 3 November 2020 nanti.

Seperti dikutip Situs Bloomberg, Hawkfish juga meramalkan bahkan kemenangan Trump berpotensi cukup telak pada saat penghitungan suara pada malam penghitungan suara. ”Dalam skenario yang kami sebut Red Mirage kemungkinan itu ada,” tutur Josh Mendelsohn, CEO Hawkfish, perusahaan yang didirikan dan dibiayai oleh Michael Bloomberg, mantan kandidat presiden Partai Demokrat yang mengundurkan diri awal tahun 2020.

 

Lebih lanjut Josh Mendelsohn, CEO Hawkfish menyebut salah satu penyebab utamanya, ”Karena para pendukung Demokrat lebih banyak mengirim surat suaranya lewat surat dibandingkan pendukung Republik, akibat ketakutan dengan virus COVID-19,” kata Josh Mendelsohn. Sebaliknya, pendukung Republik yang di negara-negara bagian yang mereka kuasai, lebih banyak melakukan pemungutan suara langsung ke bilik-bilik suara.

Faktor itulah yang menyebabkan suara Trump lebih besar dan bakal memenangkan pemilihan malam pilpres 3 November 2020 nanti,” tutur Josh dalam wawancara dengan Bloomberg di acara Axios on HBO.

Untuk menghindari hal itu terjadi, Josh mengingatkan agar pemilih Demokrat ekstra hati-hati, bila hendak mengirim suara lebih awal. ”Ikuti seluruh instruksi yang ada di surat suara, dan kenakan masker dan sarung tangan apabila melakukan pemungutan suara langsung di bilik suara.

 

Dalam skenario ini, Hawkfish mengandalkan sekitar 17 ribu lebih suara yang terdaftar di 50 negara bagian, plus District of Columnia (ibukota AS) 1 Juli hingga 16 Agustus lalu. Pada saat penghitungan mencapai 15% suara lewat surat, Donald Trump diperkirakan akan unggul 408-103 di awal pemungutan suara malam itu. Tapi ketika mencapai 75%, Joseph Biden dari Demokrat akan mengambil alih dengan kemenangan 334-204.

Pada saat Trump di atas angin, ”Ada kemungkinan kubu Trump dan timnya melancarkan serangkaian aksi dan tekanan politik untuk menolak hasil akhir penghitungan suara lewat pos, setelah tim pemilu menyatakan berakhir, walau masih banyak suara lewat pos yang belum dihitung,” tutur Josh Mendelsohn. “Ketika setiap suara yang sah dihitung dan sampai ke beberapa hari setelah Hari Pemilihan, saat itu sebenarnya akan menunjukkan fatamorgana merah,” tutur Josh Mendelsohn melanjutkan.

Hawkfish yang dipimpinnya, adalah perusahaan yang didirikan Michael Bloomberg dan pendukung Demokrat lain. Tujuannya untuk mendukung Komite Nasional Demokrat dan kelompok pro-Biden Super PAC (Political Action Committee). Ini sebuah kelompok yang berhasil mengumpulkan dana senilai $ 3,8 juta, atau sekitar Rp 520 miliar tahun lalu.

Maklum, pengiriman surat suara lewat pos membutuhkan waktu 4 hari agar penghitungan mencapai 25%. Sementara negara-negara bagian lain yang cukup banyak menggunakan pos membutuhkan waktu dua hari.

Menanggapi hal ini kubu Donald Trump tidak mau berkomentar banyak. ”Media-media berita sebaiknya jangan memprediksi masa depan,” kata Tim Murtaugh, direktur komunikasi kampanye Trump.(DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *