Press "Enter" to skip to content

FBI Gagalkan Upaya Penculikan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer

Enam orang ditangkap karena terlibat upaya penculikan Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, Kamis 8 Oktober 2020. Mereka termasuk 13 orang yang ditangkap karena dituduh melakukan konspirasi kejahatan bersenjata atas Gretchen Whitmer yang selama ini dikenal sebagai sosok vokal anti-pemerintah AS.

 

Seperti ditulis harian The New York Times, jajaran personil FBI (Biro Investigasi Federal) mengungkapkan, selain menculik, ke-13 tersangka itu melakukan serangkaian latihan penyerangan menggunakan senjata api, bahkan meledakkan sejumlah bangunan. Termasuk di antaranya membangun jalan tikus menuju bawah tanah sebuah toko.

Gubernur Michigan Gretchen Whitmer (Kantor Gubernur Michigan)

Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, ke-13 lelaki itu diam-diam telah mengamati rumah peristirahatan Gretchen Whitmer pada Agustus dan September lalu. Bahkan, menurut FBI, mereka telah memeriksa bagian bawah jembatan jalan raya bebas hambatan, untuk diledakkan. Semua itu mereka lakukan untuk menculik Gretchen Whitmer sebelum pilihan presiden November 2020 nanti, sehingga dapat digantikan calon dari Partai Republik.

Harian The New York Times menyebutkan, 7 tersangka di antaranya adalah anggota kelompok ekstrim Wolverine Watchmen. Kelompok milisi bersenjata sayap kanan ini didirikan tahun 1994, dan kini dikabarkan memiliki 80 brigade di 9 negara bagian. Dalam buku panduannya, kelompok ini menyebut diri bukan kelompok rasialis karena menerima anggota dari berbagai ras dan warna kulit. ”Jika anda warga AS dan memiliki senjata serta mendukung kami, maka anda adalah anggota milisi,” tulisnya.

15 April 2020 lalu, Gubernur Gretchen Whitmer mengeluarkan perintah eksekutif Stay Safe, Stay Home dan menutup seluruh Michigan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Perintah itu ditentang banyak pihak, dan oleh Mahkamah Agung Michigan, perintah itu hanya berlaku sampai akhir April saja. ”Perintah darurat Akta Gubernur melanggar konstitusi negara bagian Michigan,” tulis badan hukum tertinggi di Michigan itu. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *