Press "Enter" to skip to content

Penghitungan Siklus Kehidupan: Donald Trump vs Joe Biden

Siapakah yang akan memenangkan pemilihan presiden AS yang dimulai 3 November 2020? Mari kita simak hasil Perhitungan Siklus Kehidupan yang dilakukan Miftahul Qorib, instruktur matematika dan periset independen Life Cycle Modeling kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah. Qorib yang mengajar di sebuah perguruan tinggi di Washington DC ini, menguraikan hasil risetnya berikut ini:

Berdasar riset Siklus Kehidupan 2018-2020, Donald Trump berada pada siklus hati-hati dan pengeluaran biaya sangat tinggi. Tahap ini merupakan salah satu dari siklus kehidupannya yang titik terendah. Bila tidak hati-hati, maka Trump akan terjatuh di atas jalanan yang licin. Karena Trump berada di titik terendah, besar kemungkinan ia akan menghadapi kesulitan.

President Trump Life Cycle

From To Cycle Finance
2015 2017 Best 3
2018 2020 Be Careful 4
2021 2023 Wealth

0

Trump harus bekerja keras untuk memenangkan pilpres yang berlangsung tahun 2020 ini. Namun kehidupan presiden AS itu akan berubah membaik dan posisi kekayaannya sangat prima pada siklus kehidupan 2021-2023. Ingat, pada awal Januari 2021, 500 lebih Elektor akan menentukan siapa yang berhak menjadi presiden AS berikutnya. Ada kemungkinan bisnisnya lancar, meski pada masa-masa itu, Trump harus mengeluarkan dana cukup besar.

Lain halnya dengan Wakil Presiden Michael Pence. Mulai tahun 2019, siklus kehidupannya berubah menjadi sincere atau tulus. Artinya pada masa-masa itu, Mike Pence harus meminimalkan semua harapan hidupnya dengan cara menerima apa yang ada.

Vice President Pence Life Cycle1

From To Cycle Finance
2016 2018 Best 3
2019 2021 Sincere 3
2022 2024 Best 4

Individu dalam siklus seperti itu sulit menggapai mimpi atau tujuannya. ”Sulit mewujudkan salah satu mimpinya di masa-masa itu,” tulis Miftahul Qorib, yang meraih S2 dari sebuah perguruan tinggi kondang di Washington DC. ”Jika ia berhasil meredam harapannya, maka hidupnya akan lebih mudah,” lanjut Qorib.

Siklus kehidupannya akan berubah menjadi masa terbaik pada 2012-2014. Kondisi keuangannya memasuki periode ke-4, artinya Mike Pence harus melakukan pengeluaran cukup besar dalam hidupya.

Joe Biden Life Cycle

From To Cycle Finance
2017 2019 Be Careful 4
2020 2022 Wealth 0
2023 2025 Be Careful 0

Bagaimana dengan Joe Biden? Mulai tahun 2020, siklus kehidupan Biden mengalami perubahan ke tingkat lebih baik. Mengingat tingkat keuangannya berada di titik nol, maka ia harus menghabiskan banyak biaya. Lalu siklus berikutnya pada 2023-2025, Biden memasuki periode ‘Hati-hati’. Jika tidak waspada maka mantan Wapres AS itu akan berada di kondisi sangat rawan. Kondisi keuangannya pada periode itu juga nol, artinya ia harus mengeluarkan biaya besar atau tidak mampu mendapatkan pendapatan alias Zero.

Kamala Harris Life Cycle

From To Cycle Finance
2015 2017 Wealth 2
2018 2020 Sincere 3
2021 2023 Be Careful 0

Sementara, siklus kehidupan Kamala Harris pada 2012-2020 mengalami masa-masa Sincere atau ketulusan. Artinya besar kemungkinan politikus wanita ini menghadapi masa-masa sulit mencapai keinginannya. Secara keuangan, Kamala harus meningkatkan pengeluarannya atau menurunkan incomenya. Pada tahun 2021-2023, Kamala mungkin harus melewati masa-masa sulit lagi dan perlu berhati-hati. Dari segi keuangan, di masa-masa itu Kamala juga tidak begitu cerah, sedangkan hasil pendapatannya merosot tajam.

 

Berdasarkan perhitungan tadi, maka ada kemungkinan Donald Trump tidak terpilih lagi menjadi presiden AS tahun 2020 ini. Namun bisnisnya berubah membaik pada periode 2021-2023, dan Trump akan sukses, walau harus menyuntik dana cukup besar.

Baca: Life Cycle Analysis: Donald Trump vs Joe Biden

Joe Biden diperkirakan akan terpilih menjadi presiden AS, karena siklus kehidupannya tengah berada di periode yang bagus hingga tahun 2022 nanti. Walaupun misalnya tidak terpilih, kondisi Biden, yang akan berusia 77 tahun, November nanti, tetap dalam kondisi yang baik.

Namun, dalam periode 2023-2025 – selama ini memulai masa kepresidenannya – siklus kehidupannya berubah menjadi hati-hati karena Biden akan mengalami banyak masalah. Jika ia mampu menangani orang-orang yang tadinya tidak mendukungnya, Joe Biden akan melalui masa-masa sulit.

Perlu diingat bahwa hasil analisa ini berdasarkan Life Cycle Modeling menggunakan data publik yang dihimpun dari sejumlah sumber online.

Miftahul Qorib.

Miftahul Qorib: Instruktur matematika dan Life Cycle Modeling Researcher, kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah. Lulus S1 bidang keuangan dan S2 Master of Science in Applied Statistics, dari the University of District of Columbia (UDC).

5 Comments

  1. Mochamad S Nugroho Mochamad S Nugroho November 1, 2020

    Mantep tenan pemikiran koncoku ini…

    • Desiyani Desiyani November 1, 2020

      Ma syaa Allah, sukses selalu ya Pak Dosen 👍

  2. Joe Sotera Joe Sotera November 1, 2020

    Mas Qorib memang hebat!!! Dulu beliau juga pernah menghitung Pak Jokowi di Pilpres 2016, dan menang. Kali ini Mas Qorib menghitung Joe Biden yg menang. Kita tunggu.

  3. Desiyani Desiyani November 1, 2020

    Ma syaa Allah Pak Dosen memang keren..semoga hasil perhitungannya jitu 👍

  4. Edhi Setiawan Edhi Setiawan November 2, 2020

    Mudah2an Biden benar2 bisa menang, seperti yang diharap oleh mungkin sebagian besar penduduk bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *