Press "Enter" to skip to content

Sejumlah Pertokoan di New York, California dan LA, Ditutup Selama Pilpres AS 2020

Sejumlah pertokoan retail di setiap kota besar AS menutup jendela tokonya dengan papan tripleks tebal untuk mengantisipasi meletusnya kerusuhan, menjelang pemungutan suara yang dimulai Selasa 3 November 2020 pukul 8.00 pagi waktu setempat.

CNN Business mengabarkan, Tiffany, Saks Fifth Avenue, CVS, Target dan Macy’s merupakan jaringan pertkoan terbesar di AS yang melakukan hal itu. ”Sementara kami masih melakukan kegiatan, kami menutup jendela toko-toko di sejumlah kota kunci untuk mengantisipasi kegiatan usai pilpres,” tutur Nathan Strauss, jurubicara Tiffany.

Jaringan toko obat dan farmasi CVS, menutup sejumlah tokonya dan tetap melayani pelanggan setianya. CVS adalah jaringan farmasi yang paling sering menjadi sasaran perusuh saat terjadinya perampokan beberapa bulan belakangan ini.

Tom Buiocchi, CEO Service Channel, perusahaan yang menghubungkan perusahaan retail dengan kontraktor lokal, menyebutkan, permintaan papan tripleks dan papan tebal meningkat sejak 27 Oktober silam. Sejumlah negara bagian yang paling banyak memesan adalah California, New York, dan Illinois. ”Setiap toko rata-rata menghabiskan biaya sekitar $ 124 sampai $ 31.000 (dari Rp 1,7 juta hingga Rp 450 juta), tergantung ukuran yang ditutup,” kata Tom Buiocchi.

Asosiasi Industri Makanan FMI, memberikan petunjuk bagi para pembeli sayuran dan bahan makanan, agar menyusun jadwal untuk tidak melakukannya pada malam hari. Atau tidak melakukan pesanan pengantaran pada malam hari. Toko-toko makanan diminta segera memindahkan tong-tong sampah atau kereta dorong dari lapangan parkir, agar tidak digunakan bila terjadi kerusuhan.

Sejumlah pengusaha di kawasan komersial seperti Times Square New York, The Magnificent Mile di Chicago dan Rodeo Drive di Los Angeles, telah melakukan tindakan ekstra untuk berjaga-jaga. Rodeo Drive misalnya telah menutup jalur lalu lintas mulai pukul 12.00 siang Senin waktu setempat, hingga Rabu malam.

Pihak Konsulat Jenderal RI New York kembali mengeluarkan imbauan kepada warga Indonesia yang berdiam di 15 negara bagian di Pantai Timur AS. Isinya, selain melakukan langkah antisipasi dan waspada, warga Indonesia diminta menghindari kerumunan massa dan tempat rawan lainnya.

Warga Indonesia juga diminta tetap tinggal di rumah dan bila memerlukan bantuan, diminta mengontak nomor-nomor telepon berikut ini: 347-806-9279; 646-491-3809, 646-238-8721 atau 929-366-9842 dan 929-329-4872. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *