Press "Enter" to skip to content

Pameran Lukisan Virtual Pertama Digelar dari Solo

Pandemi Covid19 tidak menyurutkan niat kelompok perupa UnTie asal Solo menggelar pameran virtual bertema “11.11.2020 di Era Pandemi” bersama rumahgaleri.com. Sebagai pameran virtual, pameran ini menjangkau seluruh dunia.

Kelompok UnTie beranggotakan tiga perupa, yakni Agussis (Agus Siswanto), Rudy “Tulang” Setiawan, dan Iwhan Gimbal (Sudarwanto B Raharjo). Ketiga perupa kelahiran kota Solo itu menampilkan karya-karya mereka secara virtual dengan teknologi 360 secara serius. Hal ini dimungkinkan karena rumahgaleri.com adalah sebuah ruang galeri virtual dengan fitur jelajah mandiri berkat pemanfaatan teknologi 360 derajat buatan V-CONEX.

Teknologi tersebut telah dipercaya oleh berbagai perusahaan multinational untuk mengadakan virtual event seperti launching dan exhibition dengan jangkauan pemirsa berskala global. Dengan teknologi ini mampu memberikan sensasi layaknya mengunjungi sebuah pameran.

“Garda terdepan” karya Agussis akrilik diatas kanvas

Perupa Agussis yang alumni STSI Solo memamerkan 20 karya lukisnya, beberapa karyanya dikoleksi Presiden Joko Widodo dan sejumlah petinggi negara juga para kolektor. Sesama alumni STSI, Iwhan Gimbal juga memamerkan 11 karyanya. Yang unik, dari 11 karyanya ada 9 karya yang dikerjakan dengan cat akrilik pada kertas majalah bekas. Tidak mengherankan, sebagai seorang desainer media massa, ia memang akrab dengan medium kertas, salah satu karyanya, “Panorama disaat pandemi” menggunakan bahan cat akrilik pada kertas majalah.

Silakan klik di sini bila ingin menikmati lukisan virtual https://www.rumahgaleri.com/virtual

Sementara itu Rudy Tulang yang alumni FSRD UNS telah banyak menggelar pameran dan salah satu karya video art-nya “News Distancing” ikut dipamerkan pada Manifesto VII Pandemi di Galeri Nasional Indonesia pada 8 Agustus-6 Desember 2020 secara virtual. Di pameran ini Rudy menampilkan karya 11 karya foto print dengan noktah-noktah merah di titik-titik foto tubuhnya.

Gerak kelompok perupa UnTie yang melakukan pameran di tengah pandemi mendapat perhatian dari Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto yang merupakan alumni ISI Yogyakarta, dekade 1990-an.

“Panorama disaat ”Pandemi” karya Ihwan Gimbal, akrilik di atas kertas majalah.

“Satu hal yang pertama kali saya tangkap adalah, pandemi yang dianggap sebagai bencana bagi banyak orang, justru dianggap kelompok ini sebagai awal kebangkitan para seniman. Hal lainnya yang membuat saya terkesan, kelompok ini mampu cepat beradaptasi dengan keadaan saat ini yang sedang dilanda pandemi, melalui pemilihan media pameran yang menggunakan teknologi 360 derajat,” ujarnya.

 

Sementara itu dalam kuratorialnya, Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S. mengemukakan pameran ketiga perupa asal Solo itu telah memberikan suatu ruang tentang seni rupa modern di dalam carut-marutnya informasi-informasi kelambatan-kelambatan di dalam pandemi Covid-19.

Menurut Prof Narsen ketiga perupa yang dilahirkan di kota Solo ini tentu saja ada perbedaan di masing-masing seniman dengan keunikannya sendiri-sendiri, Keunikan berbagai dimensi produktivitas, dimensi yang bekerja di lab terus-menerus dan dimensi yang terakhir mengenalkan karya sebagai tanggung jawab sosial perupa.

“Rudi dan Iwhan banyak bersinggungan dengan seni grafis dan Agussis bergerak di seni murni dan banyak mengunakan imajinasi dan fantasinya,” ujar Prof. Narsen, Guru Besar penciptaan seni Universitas Sebelas Maret (UNS).

Sementara itu, salah satu tokoh Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) tahun 1975, Empu Bonyong Munny Ardhie memuji penggunaan teknologi 360 dalam pameran trio UnTie yang tak lain adalah para muridnya ketika mengajar di Solo.

Menurutnya, penggunaan teknologi ini tidak saja menghadirkan ketiga perupa itu pada tataran nasional tetapi juga internasional. Pameran bertema “11.11.2020 di Era Pandemi” yang dibuka sejak 11 November 2020 sampai dengan bisa ditonton secara mendunia berkat dukungan teknologi tersebut. (Algoot)

* Kelompok UnTie: Pada dasarnya adalah kelompok yg bebas dan tidak selalu mengikat anggotanya untuk selalu berpameran bareng.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *