Press "Enter" to skip to content

Menko Luhut Panjaitan dan Dubes Muh. Lutfi di Gedung Putih

Sebuah Nota Kesepahaman atau MOU telah ditanda tangani Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat. Kesepahaman yang diepakati bersama itu menyangkut pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun.

Nota tersebut ditandatangani oleh Duta Besar Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi, bersama Presiden EXIM Bank AS Kimberly Reed. Penandatanganan ini, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan diterima Presiden AS Donald Trump (tengah) di Gedung Putih, Washington pada Selasa, 17 November 2020. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Dalam sambutannya, Lutfi menjelaskan, hubungan bilateral RI-AS untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara, memajukan demokrasi dan stabilitas kawasan. “MoU ini akan semakin memperkuat kemitraan ekonomi RI-AS dalam upaya memperluas bidang kerja sama investasi serta pengadaan barang dan jasa,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima CNBC Indonesia.

Sementara, Luhut menyampaikan rasa optimisnya terhadap peningkatan hubungan bilateral RI-AS dengan berbagai capaian yang berhasil diraih beberapa waktu terakhir. Sedangkan Kimberly menegaskan perjanjian tersebut merupakan capaian yang signifikan untuk memperkuat partisipasi AS dalam pembangunan di Indonesia. Terutama di berbagai sektor seperti energi, infrastruktur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pelayanan kesehatan, serta lingkungan. “MoU ini mencerminkan betapa pentingnya Indonesia bagi Pemerintah AS,” kata Kimberly.

Kelak, MoU ini akan memperluas peluang bagi RI dan AS untuk bekerja sama dalam lain, seperti pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pemerintah. Selain itu, kesepakatan ini akan mendorong peluang pengembangan usaha, antara lain di sektor infrastruktur, transportasi, energi, infrastruktur rantai pasokan pertambangan, lingkungan hidup, teknologi komunikasi dan informasi, keselamatan dan keamanan, layanan kesehatan, dan informasi geospasial.

Penandatanganan MoU itu dilakukan di KBRI Washington, D.C., dan diaksikan di sela-sela kunjungan Luhut ke AS. Untuk kunjungannya kali ini, Luhut didampingi Wamenlu RI, Wamen BUMN II, serta Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional.

Sebelum penandatanganan MoU ini, Indonesia sudah mendapatkan komitmen partisipasi AS dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, serta perpanjangan sistem tarif preferensial umum atau Generalized System of Preferences (GSP) dari Pemerintah AS. GSP adalah skema pembebasan tarif masuk bagi 3.500 produk ekspor Indonesia ke AS. Angka MOU yang sebesar $ 750 juta kali ini, merupakan peningkatan dari nilai kesepakatan sebelumnya sebesar US$ 500 juta (Rp 7 triliun) pada tahun 2017-2018 lalu. (MSNBC Indonesia)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *