Press "Enter" to skip to content

Di Balik Misteri Kematian Model Indonesia Dylan Sada

Jenasah Dylan Sada telah dimakamkan di Pemakaman Islam Pine View New Orleans, Louisiana, AS pertengahan bulan lalu. Sejumlah teman dekat mengiringi upacara penguburannya. Di kayu nisan tertulis nama aslinya: Aldila Wulandari K.

Belum jelas penyebab kematian foto model dan penyanyi Indonesia yang meninggal mendadak di rumah kontrakannya di New Orleans. Jasadnya ditemukan di bak mandi di kamarnya di lantai dua, 8 November 2020 lalu, setelah teman serumahnya mengalami kebocoran dari rumah Dylan. Kantor berita VOA Indonesia mengabarkan kantor koroner New Orleans baru dapat mengeluarkan hasil otopsi sekitar Desember atau Januari 2021.

 

Kematian Dylan mengejutkan sebastian besar warga dan kalangan model Indonesia di AS. Sebab perempuan berusia 36 tahun itu tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, seperti terjangkit Covid-19 atau penyakit lainnya.

Kehidupan model wanita kelahiran Jakarta itu, cukup nyaman. Wajahnya banyak menghiasi sejumlah majalah mode dan produk kondang. Di antaranya model untuk produk-produk L’OREAL, Inez and Vinoodh, DIOR, ID Magazine, L’Officiel, Converse, Vfiles, Glossier, ELLE, NYFW – Discount Universe, NYLON. Dylan yang masih bersatus warga Indonesia itu, juga bekerjasama dengan fotografer Ryan McGinley. Selain itu, Dylan juga menggeluti bidang fotografi dan pernah menerbitkan lagu “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit.

Tapi yang paling mengesankan, Dylan adalah salah satu perempuan Indonesia yang berani mengungkapkan masa kelamnya saat mengalami aksi kekerasan dalam rumah tangga, KDRT. Saat itu ia hidup bersama kekasihnya di kawasan Brooklyn, New York pada tahun 2018 lalu.

Berkat upaya Naratama, produser VOA di New York, Dylan bersedia menceritakan penyebab utama ia meninggalkan kekasihnya. Yani karena mengalami aksi kekerasan. Seperti dihajar perutnya, atau disikut kepalanya hingga lidahnya berdarah, rambutnya tercerabut saat dihempaskan di dinding rumah dan lainnya. Sehingga Dylan harus dirawat di rumah sakit.

Dalam rekaman video itu Dylan menyampaikan pesan berharga bagi para perempuan Indonesia yang mengalami aksi kekerasan: ”Para wanita Indonesia yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, jangan takut, karena kamu tidak sendiri. Kejadian seperti ini adalah kejadian nyata dan jangan merasa malu.

Beranilah bicara, karena hal itu sakit sekali. Bicaralah dengan seseorang, keluarga, atau pihak lain. Jangan sembunyikan pengalaman itu, karena saya tahu, sangat sakit. Apalagi anda sangat sayang dengan penganiaya itu. Lebih susah lagi. Pasti ada jalan dan bantuan.”

Kepedihan yang lebih menyakitkan adalah pelecehan seksual yang dilakukan ayah kandungnya. Dalam akun Instagramnya: @dylan_sada, model berparas ayu itu menceritakan pengalaman masa kecilnya itu. ”Sulit dipercaya bahwa saya masih ingat sampai sekarang,” tulisnya. ”Saya tahu kejadian itu salah, tapi saya takut dan malu karena saya masih kecil,” lanjutnya. ”Saya benci, karena dia adalah ayah kandungku,” tulis Dylan.

 

Dylan, salah satu cucu dari Pranajaya – penyanyi seriosa Indonesia dan pendiri Bina Vokalia – juga mengalami depresi berat sehingga membuat pernikahan pertamanya gagal. ”Saya kehilangan teman dan saya membenci diriku sendiri, dan tidak mau menerima cinta lagi. Sampai kini saya masih destruktif, dan saya pernah mengalami lima kali percobaan bunuh diri,” tulisnya.

”Bunuh diri terdengar egois memang, tapi jika kalian merasakannya sekian lama, maka kalian akan berbeda pikiran. Itulah satu-satunya langkah yang aku lakukan,” tulisnya. Sampai kini hasil otopsi Kantor Koroner New Orleans masih ditunggu, sehingga penyebab kematian Dylan dapat terungkap. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *