Press "Enter" to skip to content

Jam Malam Diberlakukan di Washington DC. Gedung Parlemen Dikuasai Pemrotes

Suasana Gedung Capitol Hill di Washington DC makin rusuh. Wakil presiden Mike Pence diungsikan keluar dari ruang Senat dan Senator Charles Grassley, diungsikan keluar dari ruang Senat, setelah gedung Parlemen AS diserbu ratusan pendukung Presiden Trump. Demikian juga sejumlah anggota Senat.

 

Sejumlah demonstran yang berhasil masuk ke dalam gedung paremen menyemprotkan pemadam kebakaran ke sejumlah Satpam yang berjaga-jaga di dalam gedung parlemen berkubah putih yang dikenal sebagai simbol demokrasi AS selama ini.  Sementara itu, pasukan Garda Nasional dan satuan Kepolisian Ibukota diterjunkan ke Gedung Parlemen AS.

Aksi penyerbuan oleh ratusan demonstran terjadi hanya beberapa menit setelah penghitungan suara suara Electoral College berlangsung di ruang Senat. Walikota Washington DC Muriel Bowser mengeluarkan maklumat kondisi darurat yang dimulai pukul 6 sore waktu setempat Rabu 6 Januari 2021 hingga Kamis 7 Januari pagi esok harinya.

Demonstran duduki meja kerja seorang senator (MSNBC)

Menurut televisi berita CNBC, saat aksi demo berlangsung Trump mendorong ribuan pendukungnya untuk melakukan protes ke Gedung Capitol Hill untuk memprotes kemenangan Joe Biden yang bakal dilantik menjadi presiden, 20 Januari nanti.

Menurut CNBC, Trump kembali ke Gedung Putih, setelah sebelumnya berniat bergabung dengan kelompok pendemo. Lewat akun Twitternya Trump ‘mengecam’ wakil presiden Pence dan meminta pendukungnya untuk tetap melakukan protes secara damai. ‘’Mari kita dukung kepolisian ibukota dan penegak hukum. Mereka membela negara. Jaga perdamaian,’’ bunyi cuitan Presiden Trump.

Seorang perusuh tampak menduduki kursi Ketua Parlemen AS dan perusuh lainnya duduk di kursi kerja seorang senator.  ‘’Ini adalah upaya kudeta,’’ ujar Adam Kinzinger, anggota kongres Republik dari Illinois. Sejumlah anggota Kongres ikut melarikan diri setelah gedung parlemen diserbu perusuh. Menurut MSNBC, para demonstran yang berhasil masuk ke gedung meneriakkan kata-kata ‘’Trump Memenangkan Pemilihan Presiden!’’ 

Sementara, Senator Mitt Romney dari Republik menyalahkan dan menuduh Presiden Trump sebagai penyebab semua ini. ‘’Semua ini penyebabnya adalah presiden. Ini adalah upaya pemberontakan,’’ kata Mitt Roney. Hal yang sama juga disampaikan Senator Ted Cruz. ‘’Aksi kekerasan tidak bisa diterima. Setiap orang yang terlibat dalam aksi kekerasan harus dihukum,’’ katanya. ‘’Semoga petugas kepolisian ibukota dilindungi Tuhan karena mereka bertugas menjaga keamanan kita,’’ sambungnya.

Sementara itu, Senator Charles E. Schumer dikabarkan akan menjadi Ketua Senat yang baru. Senator dari Partai Demokrat itu menjadi Ketua Senat setelah Senator Raphael Warnock memenangkan pemilihan di Georgia, yang prosesnya sungguh alot. Meski Demokrat menang suara tipis, namun kemenangan Demokrat kali ini cukup berarti karena suara Demokrat akan diperhitungkan walaupun Kongres dikuasai Republik. (DP).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *