Press "Enter" to skip to content

Inilah Profil Presiden AS Joseph R. Biden Jr. dan Wakil Presiden Kamala Harris

Pelantikan presiden yang berlangsung pukul 11.30 Rabu 20 Januari 2021 berlangsung lancar tanpa hambatan. Biden yang menjadi Presiden ke-46 bukanlah sosok baru di panggung politik. Politikus 78 tahun itu, terjun pertama kali ke panggung politik pada 1970 saat terpilih sebagai anggota Dewan New Castle County. Lalu dua tahun kemudian pada tahun 1972, Joe menjadi senator kelima termuda AS.

Selama karirnya sebagai senator, ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri AS. Selain itu pernah mengetuai perlucutan senjata Uni Soviet, juga mewujudkan perdamaian di Balkan, termasuk memperluas Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO dan menambahkan sejumlah negara-negara bekas Uni Soviet.

Sejak 1987, Joe Biden memutuskan untuk maju sebagai calon presiden AS. Waktu itu, ia gagal maju karena dituduh melakukan plagiat pidato. Ia kemudian dinyatakan doktor menderita kelainan otak aneurysms dan harus menjalani operasi serius. Selama tujuh bulan ia sempat istirahat sebelum kembali menjadi senator.

Pada tahun 2008, Joe Biden mendampingi Barrack Obama menjadi wakil presiden mengalahkan saingannya, Senator Arizona John McCain yang berpasangan dengan Sarah Palin, Gubernur Alaska sebagai wakil presidennya.

Presiden terpilih berusia 78 tahun bernama lengkap Joseph Robinette Biden Jr. ini lahir di Scranton, Pennsylvania pada 20 November 1942. Kawasan warga kulit putih pinggiran yang kebanyakan bekerja sebagai tenaga kasar. Ayahnya Joseph Biden Sr bekerja sebagai salesman mobil bekas sambil menyambi sebagai tukang pembersih saluran udara dan pemanas rumah.

Karena kondisi keuangan yang pas-pasan dalam keluarganya, Joseph Biden yang dikenal sebagai pemeluk agama Katolik terpaksa pindah ke Mayfield, Delaware. Negara bagian yang berbatasan dengan Pennsylvania. Kawasan itu dihuni komunitas kelas menengah yang bekerja di Pabrik Kimia DuPont.

Joe Biden diterima di Archmere Academy, sebuah sekolah SLTA cukup prestisius di kalangan kulit putih. Meski begitu, Joe harus bekerja untuk menutup biaya sekolahnya dengan cara membersihkan jendela sekolah dan merawat kebun sekolah.

Biden menamatkan kuliah di University of Delaware bidang ilmu politik dan sejarah, dan minatnya di bidang politik makin mencuat setelah ia melihat pelantikan presiden John F. Kennedy pada 1961.  Selama menjabat sebagai senator di Washington DC, Joe Biden harus pulang pergi naik kereta antar kota Acela/Amtrak ke rumahnya di Wilmington Delaware, untuk merawat kedua putranya Beau dan Hunter yang masih balita, setelah istri Biden meninggal dunia. Karena itu, ia dijuluki sebagai senator Amtrak.

Sementara itu, Kamala Harris adalah wanita pertama yang menjadi Wakil Presiden AS. Ibunya bernama Shyamala Gopalan, seorang ilmuwan dari India yang hijrah ke AS tahun 1960, untuk meraih gelar ahli endokrinologi di University of California Berkeley. Sedangkan ayahnya adalah Donald Harris, profesor ekonomi dari Stanford University yang hijrah dari British Jamaica tahun 1961 untuk meneruskan kuliah bidang ekonomi di UC Berkeley.

 

Mereka adalah orang tua Kamala Harris yang diangkat sebagai calon presiden oleh Joe Biden, kandidat presiden dari Partai Demokrat. Kamala Harris yang dilahirkan dengan nama Kamala Devi, di Oakland, California, 20 Oktober 1964 itu, dibesarkan di komunitas hitam Gereja Baptist dan Kuil Hindu. Ia juga sering mudik ke Madras, India menengok familinya.

Saat berusia 12 tahun, Kamala pindah ke Montreal, Canada saat ibunya menjadi periset di Jewish General Hospital. Kamala pun jadi pelajar kondang di SLTA Westmount, Quebec, Canada.

Lulusan Howard University, Washington DC bidang studi ilmu politik dan ekonomi, Kemala menjadi mahasiswi paruh waktu di kantor Senator Alan Cranston. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Juris Doctor dari University of California, Hastings College of the Law di San Francisco. Selanjutnya ia menduduki sejumlah posisi sebagai jaksa dan hampir menjadi Jaksa Agung di California tahun 2010, tapi kemudian terpilih pada 2014. (DP)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *