Press "Enter" to skip to content

Kenapa Aksi Penjarahan di California dan Kota Lain Seakan Sulit Dicegah?

”Penjarahan massal tidak akan berhenti, bahkan bakal menyebar ke beberapa negara bagian lain, setelah berhasil di California,” kata Charles Ramsey dalam wawancaranya dengan CNN, Kamis lalu. ”Tak diragukan lagi, kecenderungannya akan berlangsung di tempat lain,” sambungnya.

Kecemasan Charles Ramsey, mantan Kapolda Philadelphia itu ternyata benar. Pada saat Black Friday, sehari setelah rakyat AS merayakan Hari Kasih Sayang atau Thanksgiving Day, puluhan penjarah menyerbu toko Bottega Veneta di kawasan pertokoan Beverly Grove, California sekitar pukul 17.21 sore waktu setempat. Kepolisian Los Angeles, LAPD melaporkan salah satu penjarah menyemprotkan gas air mata ke seorang korban, sementara sesama pencoleng menjarah barang-barang mewah di pertokoan itu.

Sebelumnya, pusat penjualan peralatan pertukangan Home Depot di Lakewood, California, juga dijarah. Delapan orang mencuri martil raksasa, alat pengebor elektronik, peralatan berat lainnya, sebelum melarikan diri menumpang 10 mobil. Diduga keras, mereka menggunakan alat-alat itu untuk merampok sejumlah pertokoan.

Tak cuma itu. Di Minnesota, sedikitnya 30 orang merampok pusat penjualan elektronik Best Buy di Saint Paul, Minneapolis. Mereka menyerbu sebelum pukul 20.00 dan membawa sejumlah barang elektronik. Di Chicago, tiga toko serba ada di pemukiman Wicker Park juga dijarah dalam waktu satu jam saja.

Kawasan California Bay dan Los Angeles, merupakan dua kawasan yang jadi sasaran penjarahan sepanjang pekan lalu. Enam kasus perampokan terjadi di Distrik Fairfax, Beverly Grove dan Hancock Park.

Rabu pekan lalu, perampokan sore hari terjadi di toko barang-barang mewah Nordstrom di kawasan Los Angeles. Cabang-cabangnya di Westfield Topanga &The Village shopping center di Canoga Park diserbu pukul 19.00 waktu setempat. Bahkan toko-toko barang bermerk seperti Burberry, Yves Saint Laurant dan Louis Vutton juga tak luput dari aksi penjarahan Jumat pekan lalu. Tak terkecuali gerai Apple di Los Angeles dan California juga menjadi sasaran.

Sekelompok penjarah mengenakan rambut palsu warna oranye, tampak memasuki salah satu gerai barang-barang mewah, dan membawa kabur delapan tas wanita berharga ribuan dolar dan meninggalkan tempat kejadian dengan mobil Ford Mustang warna kelabu. Menurut laporan ABC7 dan KCAL9, kerugian ditaksir sampai $ 20 ribu atau hampir Rp 300 juta. Sebelumnya, sebanyak 80 orang juga menyerang outlet lain di Walnut Creek, San Francisco.

Charles Ramsey, mantan Ka. Kepolisian Philadelphia (youtube)

Menurut Charles Ramsey, mantan Kepala Kepolisian Philadelphia, rangkaian perisitiwa itu mirip dengan penjarahan di Philadelphia beberapa tahun lalu. ”Benar-benar sulit menangani hal ini,” katanya. ”Salah satu bukti yang kita temukan adalah, mereka seakan terdorong dan terorganisasi melalui media sosial,” ujar Ramsey. ”Karena itu kita harus memperhatikan dan mengamati anjuran atau ajakan serta informasi di media sosial,” ujar Ramsey yang kini menjadi pengamat kriminalitas di CNN. Sejauh ini baru bêberapa tersangka pelaku penjarah yang tertangkap.(DP).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *