Press "Enter" to skip to content

Limbah adalah Berkah: Dari Lombok, Kalimantan dan Amerika Serikat

Sebagai seorang peneliti, saya merasa sangat bersyukur karena bisa mendapatkan dukungan dari  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia atas program postdoctoral tahun 2021 ini. Melalui program ini saya mendapatkan kesempatan  belajar dan membangun jejaring dengan Universitas di Amerika Serikat selama beberapa bulan, dan mempelajari banyak hal penting yang  memiliki potensi pengembangan yang sangat baik di Indonesia.

Pada kesempatan ini, saya mendapatkan peluang untuk melakukan riset di Biomass Resources and Conversion Technologies (BRCT) Laboratory at Villanova University, US, yang diketuai oleh Associate Prof. Justinus A Satrio dengan mengusung topik riset berkaitan dengan pemanfaatan limbah (limbah sisa makanan dan limbah plastik) untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Produk berupa gas, bio-oil, serta padatan yang memiliki kebermafaatan yang menarik untuk dikembangkan. Misalkan produk padatan dari proses high pressure hydrothermal treatment dapat dimanfaatkan sebagai material absorben untuk penjernihan air, dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar padat karena memiliki nilai kalor yang tinggi.

Tidak kalah penting, pemanfaatan biomassa lokal seperti marine macrolagae yang sengaja dipersiapkan langsung dari Lombok menjadi alternatif riset yang saya kerjakan pada program ini. Selain dikenal dengan destinasi wisata alam dan pantai yang indah, Provinsi Nusa Tenggara Barat juga dikenal dengan potensi kelautan dan perikanannya yang melimpah. Salah satunya adalah potensi budidaya rumput laut yang kini menjelma menjadi peluang ekonomi yang sangat menggiurkan bagi masyarakat pesisir selatan Kabupaten Lombok Timur.

Tidak semua spesies marine macrloage memiliki nilai jual tinggi. Ulva, Sargassum dan Euchema salah satu contoh yang memiliki nilai jual rendah. Pada program postdoctoral ini, saya bekerjasama dengan Associate Professor Justinus A. Satrio departemen Teknik Kimia Villanova University mencoba untuk melakukan penelitian terkait dengan potensi nutrient recovery dari marine macroalgae tersebut guna untuk meningkatkan nilai ekonomis dari bahan baku tersebut dan tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Melalui proses HTC dan HTL (Hydrothermal Treatment Carbonization dan Hydrothermal Treatment Liquifaction) kami mendapatkan hasil nutrient yang kiranya dapat di recovery dan dimanfaatkan sebagai sumber alternatif bahan bakar cair, gas, maupun padat, serta nutrient yang nantinya dapat dimanfaatkan pada industri fertilizer dan bahkan industri makanan.

Bioenergi merupakan salah satu energi ramah lingkungan yang didapatkan dari sumber biologis. Umumnya biomassa berupa limbah baik limbah industri kayu, jerami, hasil pertanian seperti tebu dan singkong dan bahkan sampah sisa makananpun dapat dimanfaatkan. Dengan perkembangan teknologi dan kelangkapan instrument penelitian serta analisis yang tersedia di Villanova University USA sangat membantu saya dalam upaya ekplorisasi potensi yang dapat dimanfaatkan dari limbah-limbah tersebut yang menjadi masalah dimanapun.

Program postdoctoral ini mentargetkan keluaran berupa publikasi pada jurnal bereputasi tinggi. Kolaborasi riset antara ULM (Universitas Lambung Mangkurat) dan Villanova University menjadi capaian untuk tahun-tahun berikutnya.  Tidak hanya itu, Kerjasama di bidang lainnya menjadi harapan antara kedua belah pihak. Pemanfaatan biomassa lokal seperti dari Lombok, Kalimantan dan wilayah lainnya di Indonesia diharapkan dapat dieksplorasi kebermanfaatanya dengan tujuan peningkatan kualitas serta nilai ekonomisnya, baik dijadikan sebagai sumber energi alternatif masa depan yang mampu menggantikan keberadaan fosil fuel yang lambat laun akan mengalami penuruan ketersediaan di alam.

Edukasi dan perubahan pola pikir menjadi hal yang utama yang harus diteguhkan. Berpikir bahwa limbah adalah sampah dan tidak berguna sangatlah salah. Saatnya berpikir bahwa limbah adalah berharga dan memberi berkah.

Penulis: Amrullah, Dosen Teknik Mesin ULM, Banjarmasin

Foto: dokumentasi Amrullah

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *