Press "Enter" to skip to content

Film “Nana” karya Kamila Andini Lolos di Festival Film Berlinale Jerman

Sebuah film Indonesia berhasil masuk dalam unggulan utama ‘’Berlinale’’ atau ‘’Festival Berlin Jerman’’ yang digelar mulai 12 Februari 2022 lalu. Film itu tak lain adalah Nana. Film karya sutradara Kamila Andini harus bersaing dengan 18 film lainnya.

Bagi Indonesia, khususnya Kamila, keberhasilan kali ini merupakan prestasi yang sungguh membanggakan, mengingat festival kali ini diikuti oleh 400 film dari seluruh dunia. Dan Nana akan bersaing dengan 18 film-film asing lain asal Jerman, Prancis, Amerika Serikat dan China. Selama 72 tahun sejarah Berlinale, film Nana atau ‘Before, Now & Then’ tercatat sebagai film pertama asal Asia Tenggara yang berhasil masuk Berlinale.

Selama kurang lebih sepekan mendatang, Nana akan diputar sembilan kali di lima bioskop utama di Jerman. Tak heran tiket film Nana ludes terjual. Film Nana diangkat dari novel biografi berjudul ‘’Jais Darga Namaku’’ itu, berkisah tentang Nana, seorang perempuan yang hidup di tahun 1960-an.

Jalan hidupnya penuh diwarnai dengan perubahan politik Indonesia yang sarat dengan liku dan pengalaman. Tak mengherankan apabila film ini mampu lolos sebagai film kompetisi dan memperebutkan Golden Bear Award. Uniknya, film berdurasi 103 menit ini menggunakan bahasa Sunda kuno di seluruh dialognya, sehingga saat ditayangkan di Berlinale itu, film tersebut disertai teks bahasa Jerman dan Inggris.

Kisahnya, dalam upaya mencari perlindungan untuk kelangsungan hidupnya, Nana menikah dengan seorang pria kaya yang memiliki sejumlah istri. Tapi Nana malah menemukan rasa nyaman dan persahabatan dengan salah satu wanita yang tak lain adalah salah satu istri pria itu.

Menampilkan musik melankoli dalam tayangan cuplikan yang menghapus kebutuhan dialog antar karakter untuk menunjukkan tone film tersebut, “Before, Now & Then” membungkus cerita Kamila Andini dalam warna-warna cool tone, dan warm tones terang ketika suasana tampak ramai dengan perayaan.

Sutradara Kamila Andini

Sejumlah pemain papan atas Indonesia, ikut dalam film ini. Di antaranya Happy Salma, Rieke Diah Pitaloka, Laura Basuki dan Ibnu Jamil. Sementara Kamila Andini, sang sutradara telah lama dikenal namanya di berbagai festival film internasional.

Tiga di antaranya, “Laut Bercermin, Sekala Niskala dan Yuni”,  pernah meraih 14 award dan 13 nominasi. Film berjudul “Sekala Niskala” misalnya meraih Grand Prizin International Jury Prize Berlinale kategori Generation KPlus. Demikian juga film berjudul Yuni yang memenangkan Young Cineste Award di Palm Springs International Film Festival 2021.

Festival Film Berlinale dikenal sebagai salah satu festival film terbesar Eropa. Di tahun 2022 kali ini, merupakan festival ke-72. Festival Berlinale mengangkat berbagai isu seperti hak asasi manusia, lingkungan, kaum urban, gender kesehatan mental dan generasi muda. (Disadur dari artikel karya Miranti Hirschmann/TVOne & Whiteboard Journal)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *