Press "Enter" to skip to content

Mengenal Sejarah Chinatown di Philadelphia, Pennsylvania

Memperingati ”Asian American American and Pacific Islander Heritage Month” pada bulan Mei 2022 ini,  Indonesianlantern.com menurunkan artikel tentang Chinatown. Juga wawancara dengan John William Chin, Eksekutif Direktur PCDC atau Philadelphia Chinatown Development Corporation.

***

‘’Kami bisa membantu diaspora Indonesia di Philadelphia dan sekitarnya untuk mendapatkan beberapa kemudahan. Termasuk membeli rumah untuk tempat tinggal maupun pinjaman modal bagi para pengusaha kecil dan menengah.’’

Kata-kata itu diucapkan John William Chin. Direktur Eksekutif Philadelphia Chinatown Development Corporation, PCDP ini memimpin lembaga nirlaba beranggotakan warga AS asal Asia. ‘’Kami menyediakan sejumlah program antara lain program pemilikan rumah, penyediaan modal kerja dan layanan kesehatan serta layanan masyarakat lainnya,’’ kata John Chin. Termasuk memberikan kursus singkat selama 8 jam. 

‘’Dengan sertifikat kursus kilat itu anda dapat mengajukan kredit atau dana hibah dari sejumlah lembaga keuangan. Di antaranya dari Wells Fargo Bank,’’ katanya melanjutkan. Tentu saja syarat utamanya, para peminat harus memiliki identitas diri, membayar pajak, memiliki pekerjaan, juga peringkat kredit yang memenuhi syarat.

Di situs PCDC bisa dilihat sejumlah bank yang memberikan dana hibah. Di antaranya Bank of America memberikan dana $ 7.500 lebih; BBT atau Truist Bank dan Citizen Bank masing-masing memberikan dana hibah $ 2.500 lebih; Sementara JP Morgan Chase Bank dan Santander Bank masing-masing memberikan $ 3.000 dan $ 5.000.

John W. Chin, Executive Director PCDC

PCDC juga memberikan berbagai latihan bela diri yang jadwalnya bisa dilihat di situs PCDC dengan link: Philadelphia Chinatown Development Corporation (chinatown-pcdc.org). Di gedung baru yang cukup megah bernama Crane Chinatown yang terletak di 1001 Vine St. Philadelphia, PA 19107, tampak beberapa orang berlatih Tai-Chi. Mereka adalah peserta salah satu program gratis yang diselenggarakan PCDC. 

‘’Selain itu, juga ada latihan badminton, dan tenis meja serta olahraga lain yang digemari warga setempat,’’ tutur John Chin mengantar berkeliling di lantai dua yang menjadi pusat pelatihan olahraga itu. 

Di ruang itu terdapat pula layanan lain bagi keluarga warga Asia yang kurang mampu. Selain pembagian makanan dan minuman gratis, mereka juga bisa mendapatkan layanan kesehatan lain. Di antaranya, Program bantuan tambahan nutrisi untuk kaum ibu, bayi dan anak-anak; 

Kompensasi bagi para penganggur; Bantuan bantuan untuk biaya listrik, gas, telepon genggam dan internet; Bantuan untuk pajak properti; Cicilan rumah (Mortgage); Subsidi biaya Child Care atau penitipan anak serta bantuan untuk biaya uang muka atau biaya administrasi pembelian rumah. Semuanya bisa didapatkan di gedung Crane Chinatown dengan alamat di atas.

PCDC yang pernah membantu memberikan gratis 200 peluit kuning bagi warga Indonesia di Philadelphia ini, juga memberikan bantuan konsultasi kesehatan bagi para korban aksi kriminal Anti-Asia di Philadelphia. ‘’Termasuk tiga remaja Indonesia yang pernah menjadi korban di atas kereta bawah tanah tahun lalu,’’ kata John Chin.

Kini, PCDC berupaya mendorong Pemerintah Philadelphia agar makin banyak polisi berdarah Asia. ‘’Kami berhasil menambah dua anggota kepolisian berdarah Asia, berpatroli memggunakan sepeda. Sebelumnya tidak pernah ada,” kata John Chin. 

Cecilia Moy Yep, pendiri PCDC

Philadelphia Chinatown Development Corporation berdiri tahun 1966. Waktu itu, Departemen Transportasi Pennsylvania berencana membangun jalur bebas hambatan Vine Street. Rencana ini ditentang warga pemukiman di Chinatown, karena bakal menggerus bangunan gereja dan sekolah Holy Redeemer Chinese Catholic Church and School. Tak cuma itu. Pemerintah Daerah Philadelphia juga akan membangun Metropolitan Hospital dan pembangunan Market Street Timur yang bakal mengepung kawasan Chinatown. Padahal rencana itu sudah sering diprotes oleh ribuan warga keturunan Asia setempat, tapi tak digubris.

Sekali lagi aksi protes menentang pembangunan jalan bebas hambatan itu diprotes Cecilia Moy Yep. Janda tiga anak bersama para penghuni komunitas Chinatown melakukan protes sekali lagi ke kantor Walikota Philadelphia, dan menggelar Town Meeting, bersama The Chinese Benevolent Association. Ini satu-satunya organisasi resmi yang mewakili penghuni Chinatown.

Pada 27 Maret 1966, mereka bersama para pengusaha kecil, pemimpin gereja dan simpatisan lain bertemu dengan On Leong Merchant’s Association. Mereka berunding untuk melakukan negosiasi rencana pembangunan dengan pihak Pemerintah Daerah Philadelphia. 

Dari pertemuan itulah terbentuk Committee for the Advancement and Preservation of Chinatown Community yang kelak menjadi PCDC. Jalan bebas hambatan itu tampaknya tetap diwujudkan dan lingkungan Chinatown diberi beberapa keleluasaan untuk dijadikan kawasan bisnis dan perumahan. (DP & Jean Gerardino)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *