Press "Enter" to skip to content

Hadi Sumoro Dosen Temple University, Philadelphia Asal Purwokerto

Tamu kita kali ini adalah Hadi Sumoro Kristianto yang memiliki berbagai bakat dan keahlian. Karena itu, tak mengherankan apabila lelaki kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini menduduki banyak jabatan.

Menjadi dosen di Temple University, salah satu universitas ternama di Philadelphia, konsultan akustik dan elektro-akustik, anggota komunitas Professional Sound System di Amerika, teknisi pengeras suara, ahli desain dan optimisasi sistem tata suara, programmer, dan juga pemain keyboard Band New Pony Funk, sebuah kelompok Funk band di Philadelphia.

Minatnya bermain musik telah terpendam sejak Hadi masih kecil di Sekolah Dasar. Saat bersekolah di SLTA, minat itu makin menggebu tatkala ia ingin kuliah di Amerika Serikat untuk mendalami musik Jazz. ‘’Meski nilai TOEFL saya tak mencukupi tapi niat saya sangat besar,’’ kata Hadi, 40 tahun, yang didorong orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang di Purwokerto.

Niat itu terwujud setelah ia belajar dengan Buby Chen. Pemain Jazz Indonesia itulah yang memotivasi Hadi sehingga berhasil menempuh pendidikan di Boston. Berkat bakat musiknya, ia diterima di Berklee College of Music di Boston, Massachusetts, sebuah perguruan tinggi musik kondang di AS. Saat hampir menyelesaikan kuliah, Hadi berpikir lulusan bidang apa yang menarik di AS. Ia pun menentukan pilihan menjadi ahli akustik. ‘’Bidang ini tidak banyak diminati mahasiswa di sini,’’ tutur Hadi yang terpicu dari dua dosennya. ‘’Mereka para dosen yang hebat,’’ sambungnya.


Benar juga. Begitu lulus dari Peabody Institute dan bekerja di pabrik loudspeaker, Hadi menggarap
berbagai proyek audio besar, seperti stadium bola bertaraf FIFA, auditorium, rumah ibadah besar dan lainnya. Bahkan Hadi pernah mendesain sistem tata suara beberapa masjid di Timur Tengah.
Sistem tata suara yang buruk dan memekakkan telinga, dapat disetel dan dibenahi agar nyaman di
kuping. ‘’Bagaimana kita mengatur dan mendesain sistem tata suara agar tak mengganggu
kenyamanan,’’ kata Hadi yang mampu membuat model sistem tata suara secara virtual, memprediksi penyebaran suara dan mempelajari dampaknya.

Tak cuma itu. Hadi juga sering diminta membenahi sistem tata suara dan interior akustik di berbagai arena pertandingan, tempat pagelaran musik, rumah-rumah ibadah seperti gereja dan gedung-gedung perkantoran. ‘’Polusi suara yang mengganggu di gedung perkantoran paling efektif diatasi dari perencanaan struktur’’ kata Hadi Sumoro. ‘’Cara penempatan pengeras suara dan desain layout-nya akan menentukan potensi polusi suara,’’ tutur Hadi yang sering diminta mendesain sistem tata suara.


Polusi suara, menurutnya, berdampak buruk bagi kepekaan dan kesehatan pendengaran manusia.
‘’Polusi suara mengakibatkan kita mendengar musik terlampau keras lewat earphone,’’ katanya.
Lalu adakah cara untuk mengurangi kencangnya polusi suara dari tetangga yang punya hajatan atau kenduri? ‘’Mudah saja. Sumbat telinga anda dengan secuil toilet paper (tisu pembersih). Cukup masukkan seperlunya, dan anda bisa kembali tidur,’’ kata Hadi Sumoro yang juga sudah menerbitkan dua buku dalam bahasa Indonesia.

Dan, yang tak kalah mengejutkan, Hadi Sumoro adalah praktisi Feng Shui klasik seperti metoda San He, San Yuan, Bintang Terbang, 8 Rumah dan juga mampu membaca jalan hidup dengan astrologi BaZi atau Empat Pilar. Hadi beberapa kali membantu menggarap audio kelompok Three Anomaly, sebuah kelompok terdiri dari Willy Haryadi, Aileen Ho dan Jesslyn Mulia. Media YouTube itu memiliki belasan juta pengunjung karena mereka mampu berkomunikasi dengan dewa atau makhluk hasil reinkarnasi, ekstra terestrial atau astral lainnya (DP).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *