Press "Enter" to skip to content

Dewita Soeharjono: Anak Menteng yang berkiprah di panggung Politik Amerika Serikat

Tak banyak yang tahu, ada seorang perempuan berdarah Indonesia yang ikut hadir dalam Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, Juli nanti. Dia adalah Dewita Soeharjono.

dewi1

Perempuan mungil yang dibesarkan di Jakarta itu menjadi salah satu anggota Partai Demokrat Virginia, yang bakal mencalonkan seorang kandidat utama sebagai calon presiden AS. Pencalonan berdasar dukungan 4 ribu suara delegasi itu akan dilakukan dalam Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, Pennsylvania yang berlangsung 22-27 Juli 2016.

Darah politikus tampaknya sudah ada dalam diri Dewita Soeharjono. Anak Menteng yang bersekolah di SMA 4 Jakarta ini, dikelilingi empat pamannya yang menjadi politikus Indonesia. Satu di antaranya adalah Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, mantan Menteri Koordinator Perekonomian, serta Dubes Indonesia di AS. ‘’Ketika saya menyadari betapa besar minat saya di bidang politik, saya pun mencari latar belakang di lingkungan keluarga saya. Ternyata ada bibit politik di antara keluarga,’’ kata Dewita seperti dituturkan pula ke situs Magdalene.co

Pertama kali menginjakkan kaki ke AS pada 1984, saat diminta mengajar Bahasa Indonesia di Cornell University, selama dua tahun. Enam tahun kemudian, setelah memenangkan Green Card Lottery, Dewita pun terbang kembali ke Virgnia AS dan menetap di kota itu.

Baru pada 2003, niatnya terjun ke politik benar-benar bulat dengan alasan cukup kuat. ‘’Saya ingin memberi suara agar Presiden Bush tidak lagi menjadi presiden. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak, karena saya bukan warganegara AS,’’ tutur Dewita. ‘’Saya begitu marah melihat Bush selalu menyerang Irak, sehingga saya pun berupaya mencari jalan,’’ sambung Dewita yang pernah bandel juga di sekolah SMA 4 Jakarta. ‘’Kita suka godain bencong di Taman Lawang,’’ tutur Linda Djalil teman akrabnya semasa sekolah.

Seperti juga dituturkan kepada Magdalene.co, Dewita bergabung dalam sebuah grup advokasi moveon.org dan menjadi relawan bagi  Howard Dean III. Mantan gubernur Negara Bagian Vermont yang mencalonkan diri menjadi kandidat presiden dari Demokrat pada Pemilu Presiden 2004. Sebagai relawan, Dewita banyak melakukan berbagai kegiatan. Seperti mengunjungi rumah penduduk untuk memperkenalkan partai Demokrat, melakukan penghimpunan dana secara online dan menggalang kegiatan organisasi lainnya.

Tak berapa lama Dewita terpilih menjadi Kapten Komite County Arlington, Virginia yang mengorganisasi sebanyak 300 penduduk. Selain merekrut relawan, Dewita juga mengorganisasi kegiatan Demokrat, menancapkan simbol-simbol partai Demokrat di sejumlah kawasan, serta melakukan kampanye bagi penduduk lokal.

Business Foundations from the Wharton School

Dari kegiatannya itulah, Dewita menjadi penghubung warga minoritas Asia untuk jaringan Howard Dean. Dari situ pula Dewita membentuk Asian Pacific American for Progress, sebuah jaringan aktivis yang terdiri dari warga AS keturunan Asia. Dewita yang pernah menjadi relawan untuk Barack Obama, dalam pemilu Presiden 2004 maupun 2009. Bersama rekan-rekannya, Dewita mendirikan The Democratic Asian Americans of Virginia, DAAV, yang kemudian menjadi grup

dewi3konstituen dalam Partai Demokrat Virginia. Dewita yang sampai kini masih menjadi relawan tanpa dibayar sepeserpun, kemudian menjadi Ketua Kaukus Partai Demokrat untuk Virginia yang memusatkan kegiatan bagi warga keturunan Asia.

‘’Saya lebih punya dampak besar apabila saya bekerjasama dengan warga Asia,’’ kata Dewita yang akan hadir dalam Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphia. ‘’Jika warga Asia tidak memberikan suara, mereka tidak kelihatan,’’ kata Dewita yang akrab dipanggil Rini itu. ‘’Para politikus akan melihat kita apabila kita memberikan suara,’’ ujar Dewita. ‘’Voting is power,’’ katanya juga kepada Madelene.co.

Menurut Dewita, satu-satunya calon yang layak menjadi kandidat presiden adalah Hillary Clinton. Menurut Dewita, mantan ibu negara AS itu memiliki komitmen tinggi untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga seluruh rakyat AS. Bahkan Hillary menjadi penggagas Children’s Health Insurance Program, CHIP, sebuah program asuransi bagi anak-anak tak mampu. ‘’Penampilannya tetap tenang selama 11 jam melakukan dengar pendapat di Capitol Hill,’’ kata Dewita.

Lagipula, sejak lama Hillary dikenal dekat dengan komunitas Asia. ‘’Imigran merupakan masa depan Amerika. Setelah pemilu ini, tidak satu pun ras atau warna kulit yang menjadi mayoritas di AS,’’ Dewita menjelaskan. Yang cukup disayangkan Dewita, tidak banyak warga keturunan Indonesia yang terjun ke politik AS. ‘’Tidak seperti komunitas India yang menjadi etnis mayoritas di komunitas Asia Amerika. Mereka lebih suka berpolitik dibanding etnis lainnya,’’ ujar Dewita menambahkan.

hillary2Bila terpilih, Hillary Clinton akan presiden perempuan pertama yang akan memimpin AS. ‘’Sejak 239 tahun, baru pertama kali ini AS akan dipimpin seorang perempuan,’’ kata Dewita yang pertama kali bertemu Hillary Clinton sewaktu menjadi Senator Demokrat negara bagian New York.

Mudah-mudahan, tampilnya Dewita Soeharjono di Konvensi Partai Demokrat sebagai Standing Committe untuk Credential, akan muncul seorang politikus Amerika Serikat asal Indonesia suatu hari kelak. Siapa tahu. ‘’Saya harus datang lebih awal untuk memberikan pelayanan bagi 4 ribu orang delegasi yang hadir dalam Konvensi Partai Demokrat itu, nanti,’’ kata Dewita Soeharjono yang baru saja selesai berbuka puasa malam itu.

Timex

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *