Press "Enter" to skip to content

Emily Moerdiomo Fu Akui Menipu Rekan Bisnisnya $ 22 Juta

Emily Moerdiomo Fu, seorang perempuan pengusaha properti asal Indonesia dinyatakan bersalah menggelapkan dana bernilai total $ 22 juta lebih. Di depan Pengadilan Distrik yang berlangsung di Georgia, Atlanta, Kamis, 12 Juli 2018, Emily mengaku bersalah atas semua perbuatannya itu.

Tuduhan jaksa menyebutkan, sejumlah pihak yang dirugikan Emily, adalah para investor China yang hendak membeli saham properti di sejumlah lokasi di AS. Seperti beberapa toko di dalam kompleks pertokoan Mall of Georgia; Sugar Loaf Center di Duluth; dan sejumlah retil serta properti lain di Buford, Cumming, Alpharetta, Grayson, Norcross, Atlanta dan Loganville. Termasuk Christina Tan salah seorang warga AS yang seorang temannya tertipu $ 5 juta, sehingga uang tabungannya selama 30 tahun itu amblas.

Penggelapan dana jutaan dolar itu diungkap oleh Wanjiong Lin. Pendiri perusahaan Self China penghasil lampu LED di China ini berniat menanamkan investasi lebih besar lagi ke AS. Pada tahun 2008, Wanjiong yang telah memiliki dua kawasan bisnis di Atlanta, Georgia itu, berkenalan dengan Emily Moerdiomo.

Perempuan 57 tahun, CEO Capital Investment International itu menawarkan diri untuk mengelola bisnis properti Wanjiong Lin dan teman bisnis lainnya di AS. Bahkan Emily Moerdiomo mendirikan sejumlah perusahaan investasi dan akun bank di AS, agar para investor China mudah mengirim dana jutaan dolarnya. Untuk itu, Emily Moerdiomo melibatkan anak-anak dan saudaranya, untuk menangani seluruh bisnis Wanjiong Lin.

Emily (kanan) bersama delegasi perdagangan RRC (AJC.com)

Pada tahun 2014, Wanjiong Lin, pengusaha besar di Ningbo, China itu mulai mengendus ada yang tidak beres di perusahaan investasi yang dikelola Emily Moerdiomo.

Untuk itu Wanjiong Lin mengutus seseorang menggantikan posisi Emily. Saat pergantian pimpinan itulah, Emily mengaku bahwa ia mengambil dana $ 930 ribu dan berjanji akan mengembalikannya. Namun di setiap pertemuan, Emily tidak datang dan menghilang.

Wanjiong Lin juga menerima tagihan cicilan dari The Shoppes of Brannon, sebuah perusahaan investasi properti yang memintanya agar melunasi utangnya sebesar $ 15 juta dalam bentuk uang tunai.

Tak cuma itu. Wanjiong juga mendapatkan bukti bahwa Emily berutang dari dua perusahaan properti tanpa sepengetahuannya, sebesar $ 8,67 juta. Sementara itu, Emily juga menggelapkan dana $ 1,1 juta dari jual-beli properti dan $ 8 juta dari penjualan tiga properti lainnya.

Yang lebih gila lagi, uang dari para investor China itu tidak ditanamkan ke tiga properti yang dibeli Emily. Properti itu adalah Sugarloaf Center di Duluth; North Atlanta Primary Care di Atlanta, Georgia dan Eastside Digital Imaging di Loganville. Melihat ini Wanjiong Lin mengontak Biro Investigasi Federal, FBI dan Emily Moerdomo Fu pun ditangkap bulan Januari 2018 dengan tuduhan penilapan dana $ 22 juta lebih.

Emily Moerdiomo Fu, 57 tahun pun mengakui kesalahannya, dan diancam hukuman 20 tahun penjara. Pengadilan masih menunda keputusan vonis hukumannya itu. Belum diketahui nasib Joshua Fu, Sean Fu, Yunita T. Fu, tiga anak Emily yang menurut Koran ‘Georgia Asian Times’ ikut terlibat dalam kasus penggelapan ini. Sementara, Daniel Fu, suami Emily sudah pulang ke tanah air sejak 12 Juli lalu.

Emily Fu, CEO Capital Investment International (AJC.com)

Entah kebetulan atau tidak, warga Indonesia di AS pun menduga bahwa kepulangan Daniel ada kaitannya dengan kasus ini. Bahkan, Christina Tan warga AS yang seorang temannya tertipu $ 5 juta karena ikut investasi di binis properti Emily Moerdiomo Fu, melampiaskan kemarahannya di akun Facebook Emily:

‘’Mudah-mudahan kamu mati membusuk di dalam penjara karena mencuri uang orang-orang yang telah bekerja keras. Saya berharap Presiden AS tidak mendeportasi kamu karena kejahatan kriminal murahan ini, agar kamu mati di penjara,’’ tulisnya.

Dalam surat pernyataan bersalahnya yang ditanda tangani Emily, memang disebutkan bahwa pemerintah AS bisa meninjau kembali status keimigrasian terdakwa, yang menjadi warga AS sejak tahun 2000-an itu.