Press "Enter" to skip to content

Gambar Sirup Madu Diganti dan Sejumlah Patung Diturunkan dari Gedung Parlemen

Pabrik minuman dan makanan PepsiCo dan Quaker Oats, akan mengganti wajah Aunt Jemina di produk sirup manis yang biasa dituangkan bersama pancake untuk dikonsumsi di pagi hari. Setelah dinikmati warga AS selama 131 tahun, produk madu bergambar ‘Bibi Jemina’ akan ditarik dari pasaran dan diganti dengan produk baru, juga gambar baru.

Penggantian tersebut dilakukan karena gambar Aunt Jemina menggambarkan budak hitam yang berperan sebagai asisten rumah tangga di keluarga warga kulit putih AS. ”Aunt Jemina menggambarkan sosok wanita Afrika-Amerika sebagai pembantu.

 

Namun, belakangan ketahuan ada sebuah keluarga kulit hitam menuntut Quaker Oats, karena produser penganan makan pagi itu mencuri resep makanan dan sirup nenek buyut mereka. ”Meski banyak yang bernostalgia di masa kecilnya, namun bagi saya, gambar itu mencerminkan perbudakan dan perbedaan warna kulit,” tulis David Pilgrim, direktur Jim Crow Museum of Racist Memorabilia.

Hal yang sama juga dilakukan produser makanan lain seperti Colgate-Palmolive Co. Mereka mengganti Mrs. Butterworth, madu atau sirup dengan botol berbentuk pembantu rumah tangga kulit hitam, dan meluncurkan produk barunya.

Sementara itu, B&G Foods Inc akan mengganti gambar juru masak lelaki hitam di kemasan Cream of Wheat Instant Hot Cereal. Padahal gambar koki hitam itu telah melekat di produk makanan itu sejak 1918.

Bahkan Ketua Parlemen Nancy Pelosi memerintahkan untuk menurunkan sejumlah gambar dan patung mantan Ketua Parlemen AS yang mendukung Negara Konfederasi yang dulu didirikan para pemimpin kulit putih.

 

Hal yang sama juga dilakukan sejumlah kota dan negara bagian yang menggusur patung para mantan pemimpin kulit putih yang dikenal rasialis. Di antaranya Patung dan gambar mural Francis Lazzaro Rizzo Sr. Politikus partai Demokrat yang kemudian pindah menjadi pendukung Republik ini, dikenal dengan kebijaksanaannya mendahulukan warga kulit putih.

Termasuk di antaranya memberikan fasilitas perumahan, pengobatan dan lainnya bagi kulit putih dan melakukan tekanan terhadap warga kulit hitam dan berwarna.

Tak cuma itu. Tiba-tiba sejumlah perusahaan besar di Pennsylvania meliburkan setengah hari karyawannya yang bekerja di rumah pada Jumat 19 Juni 2020 lalu. Alasannya, untuk merayakan kembali peristiwa pembebasan para budak kulit hitam oleh Jenderal Union army Gordon Granger.

Jenderal gabungan angkatan bersenjata AS waktu itu, mengeluarkan perintah federal di Galveston, Texas, on June 19, 1865 yang isinya memerintahkan pembebasan seluruh budak kulit hitam atau berwarna. (DP)