Press "Enter" to skip to content

Nilai Saham Zoom Melejit Hingga 400 Persen awal Pekan ini.

Nilai saham Zoom melejit sampai hampir 400% hingga Selasa lalu. Sementara harga saham perusahaan perusahaan piranti lunak bincang-bincang itu meningkat sampai 47%, dalam kuartal kedua tahun ini, melewati prakiraan Wall Street.

Market Insiders menyebutkan, hingga akhir kuartal kedua jumlah pelanggannya mencapai 370 ribu lebih, sebuah kenaikan hingga 458% selama setahun ini. Perusahaan yang didirikan Eric Yuan pada 21 April 2011 lalu itu, berhasil meraih pendapatan total $ 663,5 juta (setara Rp 9 triliun) karena menjadi andalan jutaan pelaku bisnis dan pendidikan serta model usaha lainnya setelah dunia digerus virus COVID-19.

Zoom memiliki keuntungan, dari perangkat lunaknya. Mudah digunakan dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan komunikasi,” tutur DA Davidson analis di perusahaan Rishi Jaluria. ”Selain itu, Zoom digunakan secara gratis, sehingga banyak perusahaan tertarik untuk menggunakannya, sehingga kelak mereka bakal tergantung pada apllikasi ini,” lanjutnya.

Eric Yuan, tadinya adalah seorang insinyur dari China yang berkeras hendak pindah ke AS. Eric yang waktu itu masih berusia 20-an tahun tertarik untuk bekerja di Silicon Valley, sehingga ia pun melamar masuk ke AS. Namun pihak keimigrasian menolak permohonan visanya. ”Bahkan sampai tujuh kali ia tak bisa masuk ke AS,” tulis Nextshark. Baru tahun 1997, Eric Yuan berhasil masuk ke AS.

Berbekal bahasa Inggris yang pas-pasan, Eric menjadi karyawan di perusahaan video conference WebEx, sebagai programer. Lalu pada 2007, perusahaan itu diakuisi Cisco dan Eric dipromosikan menjadi Corporate Vice President of Engineering.

Meski gajinya sudah tinggi, Eric tak puas sampai di situ. Bersama 40 insinyur lainnya ia mendirikan Zoom. Mereka harus pula bergulat bersaing dengan Cisco, Google dan Skype yang waktu itu merajai aplikasi video conference. Tidak seperti perusahaan lain yang berbayar, Zoom menawarkan aplikasi itu secara cuma-cuma, dan baru berbayar apabila meningkatkan mutu dan jumlah konperensinya.

 

Zoom pun kini berkibar dan melaju kencang meninggalkan ketiga saingannya yang rata-rata memiliki nama besar di dunia internet. ”Untung saya sudah berumur 50 tahun. Kalau masih 25 tahun seperti dulu, saya sudah puas dengan harga saham yang kami jual waktu itu,” tutur Eric Yuan. (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *