Press "Enter" to skip to content

Suasana Pencoblosan Pilpres AS Diwarnai Komputer Macet dan Telpon Hoax

Suasana proses pemilihan presiden AS Selasa 3 November 2020 relatif aman, tanpa gesekan. Menurut situs US Elections Project, meski sekitar 100 juta surat suara telah dicoblos pemilih, namun masih banyak yang antre di pos-pos pemungutan suara.

Beberapa keluhan dan komplain yang terjadi kebanyakan soal teknis. Misalnya kemacetan komputer pada mesin pencoblosan, sehingga pencoblosan dilakukan secara manual menggunakan kertas suara. Negara bagian Pennsylvania, Florida dan Michigan merupakan tiga negara bagian yang menjadi battleground paling banyak menerima keluhan. Ketiganya diperkirakan akan menentukan jumlah suara elektoral.

Di antara sejumlah keluhan lain, ada pula telepon Robocalls berisi berita palsu atau hoax. Telpon mesin itu mengingatkan sejumlah pemilih agar tidak perlu mencoblos karena antrean sangat panjang. Malah banyak yang menerima telepon agar mencoblos Joe Biden atau sebaliknya, memilih Donald Trump. Tapi, menurut FBI, hal seperti ini sering terjadi di setiap kali pemilihan presiden. ”Yang menggembirakan, robocalls itu tidak ditunggangi kekuatan asing manapun,” kata seorang petugas FBI kepada USA Today.

Mike Roman, Direktur Operasi Pilpres Donald Trump dikabarkan mengerahkan 50 ribu relawan yang diterjunkan ke sejumlah lokasi kotak suara di kawasan pendukung Partai Demokrat. Tujuannya memonitor apakah terjadi kecurangan dalam proses pencoblosan kali ini.

 

Sedangkan anggota National Coalition on Black Civid Participation memperoleh kabar bahwa para pemilih di Mississippi – mayoritas penduduknya kulit hitam – menerima telepon hoax yang isinya pos-pos pemberian suara ditutup. Padahal banyak yang antre di sana.

Sementara itu, Institute for Research and Education on Human Rights melaporkan sejumlah kelompok ekstrimis berupaya melakukan aksinya di tiga negara bagian kunci: Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin.

Salah satu pemimpin kelompok ekstrim di Georgia, mengancam akan merangsek pusat-pusat pemungutan suara yang mengalami manipulasi suara. ”Kami akan menyamar, tapi tidak mengintimidasi para pemilih karena kami tidak berafiliasi pada sebuah partai,” tutur Justin Thayer, pemimpin kelompok ekstrim itu. ”Jika kami menemukan kejanggalan, kami akan tutup tempat itu. Tutup!,” katanya tegas.

Sebelum hari pemilihan, sejumlah truk pendukung Donald Trump mengepung dan mengintimidasi dengan cara mengiringi bis kampanye yang ditumpangi Joe Biden di jalan bebas hambatan keluar Texas. Tapi hal itu dibantah oleh Senator Marco Rubio dari Partai Republik. ”Mereka ikut mengawal rombongan Biden agar tidak terjadi apa-apa,” katanya. Sejumlah iring-iringan pendukung Trump juga memblokade jalur ke luar masuk ke Negara Bagian New Jersey, juga lalu lintas ke jembatan New York. Namun, sejauh ini tidak ada insiden yang terjadi.

Jangan mengharap hasil pilpres bisa diperoleh setelah penghitungan suara Selasa malam ini. Sebab,  surat suara yang dikirim lewat surat telah mencapai 30% dari sekitar 157 juta total suara. Pada pilpres sebelumnya hanya 3-5 persen saja. ”Butuh waktu lama untuk menghitung perolehan suara setiap calon presiden,” kata Myrna Pinket, seorang panitia pilpres dari kubu Demokrat. Boleh saja mengharap exit poll di akhir pemungutan suara.

Selain itu, setiap negara bagian akan mengeluarkan hasil penghitungan suaranya secara berbeda. Hasil penghitungan suara itu baru akan dilaporkan ke tingkat federal pada 8 Desember nanti, dan Electoral College yang jumlahnya 538 orang anggota itu baru akan bertemu untuk menentukan pemenangnya pada 14 Desember 2020.

Dari ramalan sementara yang beredar di sejumlah media mainstream, Joe Biden diunggulkan dengan 203 suara Elektoral sedangkan lawan politiknya, Donald Trump sebanyak 125 suara. Butuh 270 suara Electoral College bagi seorang calon untuk menjadi Presiden AS tahun 2021-2024. Bisa saja di saat terakhir nanti Donald Trump keluar sebagai pemenang, seperti yang terjadi 2016 lalu. Apalagi, menurut perhitungan siklus kehidupan, Donald Trump akan moncer lagi tahun depan. Baca: Penghitungan siklus kehidupan Joe Biden vs Donald Trump (DP)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *