Press "Enter" to skip to content

Penghargaan Adinegoro Jadi Barometer Prestasi Insan Pers Indonesia

Stefanus Teguh Edi Pramono dari majalah TEMPO bersama timnya Devi Ernis, Andita Rahma, dan Raymundus Rikang meraih Hadiah Adinnegoro untuk kategori indepth reporting lewat karyanya ‘Hanya Api Semata Api’ yang terbit di majalah TEMPO September 2019

Hal itu diumumkan Rita Sri Hastuti, Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Adinegoro dalam Talk Show di TVRI bertajuk Indonesia Bicara tentang Hari Pers Nasional 9 Februari 2020 lalu. ”Para pemenang dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik,” tutur Rita Sri Hastuti.

 

Ia menambahkan penilaian ini tak dilakukan sembarangan. Dalam beberapa kali penyelenggaraan, panitia Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang. “Contohnya tahun 2018, untuk kategori in depth reporting media cetak tidak ada pemenangnya karena tidak memenuhi syarat,” kata Rita. Dan tahun ini, jelas Rita, ”Kualitas para peserta lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan,” ujarnya. ”Sehingga tak mengherankan bila para juri bahkan memuji karya para pemenang,” katanya.

Dalam talk show di TVRI hadir sejumlah pembicara. Di antaranya Menko Info Jhony G Plate, wartawan senior Ilham Bintang, Ketua PWI Atal S Depari, Nico Siaahaan mewakili DPR, Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dan Rita Sri Hastuti dari Pantap Adinegoro. Mereka mengakui bahwa Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita yang cepat saji, dan digarap tidak serius serta semabarangan. ‘’Hadiah Adinegoro yang tiap tahun meningkat, menjadi barometer sekaligus prestise dan prestasi para insan pers,” kesimpulan ke-7 pembicara di Auditorium TVRI.

Selain TEMPO, berikut ini para pemenang Adinegoro berdasar masing-masing kategori di antara 679 peserta yang mengirim karya jurnalistiknya. Kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M. Akhwan, Defizal, Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk ‘Bom Waktu di Lahan Gambut’ yang diterbitkan 22 Oktober 2019. Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie, Iqbal Himawan, Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘’Berebut Oksigen di Tambora yang ditayangkan pada 09 Oktober 2019

Sementara kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati, Metalianda, Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk ‘Lubang Tambang Pembawa Petaka’ disiarkan pada 22 Juli 2019. Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul ‘Erupsi Gunung Anak Krakatau’ yang disiarkan 24 Desember 2019. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul ‘Anak-anak Terlena’ 24 Juli 2019.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp 50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Seluruh penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2020 yang akan berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 9 Februari 2020. (DP).